Ahad, 28 November 2010

Penyaksian Sibisu yg Buta di Menara Usang......

Penyaksi bisu dimenara usang

Berjalan aku ditanah gersang
menongkah arus entah tak terkira
jatuh bangun dan tersembam ke lumpur
aduhai indahnya perjalanan ini bagiku
tak kurang yang mengeluh lantas kabur
aku juga seperti itu dulu

Melara arah kesekian petala
yang dalam keluar akhirnya
nyata lenyap segala tak bersisa
ungkapan lidah yang kelu
tergumam akal tak terpandu

entah aku pun tak tahu
jangan ditanya itu dan ini
kelak engkau saja yg rugi
rasalah baru engkau tahu
nikmat tersembunyi pencarian ini
disetiap relung tujuh anggota
dipinjam dari pustaka yg tunggal
berlayarlah dilurah segenap alam
bagai sibuta berpandukan tongkat
ada bertongkat emas
ada bertongkat kayu nan usang
ada bahagia ada derita
saling bercakaran tanda kuasa
menjadi santapan sipenyaksi
betapa hebat daya yang satu
mengatasi ilmu kerdipan mata
dan ilmu membelah bulan
kerna darinyalah pustaka segala ilmu

sang petualang akan tunjuk taringnya
namun takkan dapat menghujam bisa
kerna kau hanya peminta sedekah
takkan mampu berlagak tuhan
apetah lagi berlagak sang kekasih
mahupun sang pecinta yang sedang memadu kasih asmara
berduaan tiada mahupun keseorangan
namun tetap bersama jua adanya

setitis tinta menjadi lautan emas
beradu dalam mabuk yang dahsyat
mengatasi tsunami 8 skala ricther
meninggalkan diri kaku dan lesu
walhal yang nyata melayang
keseluruh alam cakrawala lagi inderaloka
melara rasa impian yg diidamkan

mana hairan mana pesona
kelu lidah tak berbahasa
tanpa getar nada dan irama
mengalun rasa tuntuk bicara
namun tidak jua terkata

bila mata hampiri titik buta
infiniti akal hilanglah punca
mata rasa mengambil alih
dipandu arah siempunya arah
berlegar-legarlah ke merata arah

usah diharap padi digenggam kan tumbuh
andai tidak disemai ke tanah
usah diharap padi disemai kan tumbuh
andai tiada izin darinya jua

penentu masa dan waktu bukan pada aku
malah tika dan waktu itu cuma ruang
menakluk alam yang ditaklukinya
kerna ada ruang tanpa waktu
mahupun tika atau masa

pulanglah jika dijemput
jadilah penunggu andainya tidak
penunggu yang manis nan setia
duduk bersila menjamah juadah
yang tak henti-hentinya terhidang jua
lazat dan nikmat takkan dapat dikata

andai dijemput kembalilah segera
kerna tuntas dirimu belum kau tunai
dengan pengemaskinian yang baru
sudah boleh kau pandang
siapa penggerak dan siapa bergerak

bergerak dengan takzim dan tertib
mengarah kesetiap arah
perjalanan dan gerak
itulah dimana-mana
tiadalah ada terhijab adanya
menguruskan urusan pengurus
sehingga tiba saat bersara
pulang nntinya dijemput lagi
sudahnya datang dihantar
baliknya juga dijemput
bak anak kecil ke taska juara
samada menjadi juara atau kecundang
itulah menjadi rahsianya

P/S : Salam sayang dariku kerna saat mereka menghambatku dengan pedang kemarahan dan kezaliman kau tetap ada untukku,saat aku disisih kau tetap ada untukku.Sungguh kau menyisih aku tersisih lantas kau bahagiakan aku dalam ketersisihan ini dengan lenyapnya sisihan itu untukku.Maka datanglah saat bahagia aku dan mereka.Namun engkau jualah yang membahagiakan sang batu,sang gunting,sang kertas dan sang air.



Ahad, 31 Oktober 2010

Andai Kau Tahu......


andai engkau tahu
bahwa aku ini cuma picisan
tiada kuasa tiada daya
sekujur tubuh dan rupa ini
kan lenyap dimamah bumi
apalah ada pada rupa
apalah ada pada daya
apalah ada pada zahir aku ini
semuanya kan hancur luluh
tinggal tulang belulang yang kan reput
dimamah bumi lantas menjadi tanah....

andai engkau tahu
aku tak punya apa-apa
harta,wang dan pangkat cuma khalayan
itu semua mimpi
andai semuanya ditarik darimu
yang tinggal hanyalah kenangan
yang disimpan didalam kotak fikiran
sama seperti mimpi-mimpimu itu
ia akan menjadi igauan mimpi hidupmu

andai engkau tahu
lahir kita didunia ini
kita telah ditidurkan...
yang bergerak cuma cerminan hidup
bila kepenatan kita tidur
maka saat itulah kita sebenarnya bangun dan berjaga
tapi kebanyakkan kita alpa
kita berjaga tanpa berbuat apa-apa
berlayar ke serata arah tanpa tujuan
sehingga saat kita bangun dari tidur
maka saat itulah kita kembali tidur.

andai engkau tahu siapa yang tidur
dan siapa yang bangun dan berjaga?
andai engkau tahu siapa yang berjaga
dan siapa yang tidur?
maka kau takkan persia-siakan
waktu....
maka takkan engkau persia-siakan
umur....
maka takkan engkau persia-siakan
kehidupan....
maka takkan engkau persia-siakan
kesihatan...

andai engkau tahu
jiwa-jiwa yang tenang itu
sentiasa berjaga
walau dalam tidur mahupun waktu ia berjaga
tak pernah tidur walau seketika
kerna sewaktu berjaga itu kehidupannya dimanafaatkan
dan kerna sewaktu tidur itu juga dimanafaatkan
kedua-duanya menjadi satu...
roh dan jasad menjadi satu...
diri yang berperanan dan dipertanggungjawabkan
menjadi insanul kamilan memakmurkan bumiNYA
menegakkan syiarNYA
setiap jiwa pasti akan menggalas tanggungan ini
sehingga tiba saat engkau kembali....

andai engkau tahu
saat kembalinya engkau dengan jalan kematian
itu pasti akan berlaku
tanpa dapat diundur atau dimajukan walau sesaat
kerna itulah saat penghidupan yang abadi lagi azali
tiada lagi tidur bagi engkau...
yang tidur dan berakhir tugas adalah jasad engkau
tinggallah diri engkau menanggung akibat atas perbuatan engkau
bagi yang ingkar terimalah balasan dialam ini
bagi yang taat terimalah rahmat kasih sayangnya
sementara menunggu hari kebangkitan yang dijanjikan
itulah penghidupan yang abadi

andai engkau tahu...
setelah hijab satu persatu itu dibuka
maka tiadalah rahsia tersembunyi lagi
akan hakikat keberadaan hidup engkau dialam ini
berusahalah engkau dengan amanah dan tanggungjawab engkau ini
makmurkanlah umat manusia dan seisi alam ini
tegakkan panji-panjiNYA semampu kudrat engkau
perjuangan itu bukan hanya perjuangan dari dalam diri engkau
bersedialah engkau adanya....
akan segenap tangan-tangan yang akan sentiasa menarikmu
akan segenap musuh-musuh nyata mahupun tak nyata
yang sentiasa berusaha memalingkan wajah engkau
yang sentiasa akan melalaikan dan mengalpakan diri engkau
jgnlah engkau takut atau ragu-ragu
jgn engkau leka dengan cerminan dunia yang dihijabkan itu
berlindunglah engkau sentiasa dengan perlindungan khusus wal khusus
terus dariNYA
semoga rahmatNYA bersama engkau
semoga kasih sayangNYA bersama engkau
semoga pandanganNYA bersama engkau
setiap waktu setiap ketika setiap detik

andai engkau tahu...
pasti setiap detik akan  masa itu kau gunakan
hanya untukNYA,denganNYA dan dariNYA
semoga tergolong kita menjadi para penyintaNYA

singkaplah tabir itu....
jgn kelewatan sehingga menjadikan 'andai' itu suatu penyesalan
dan jangan menjadikan 'andai' juga suatu alasan untuk kita
meneruskan hijab tabir itu berterusan...
majulah satu langkah kakimu
satu persatu dgn penuh yakin DIA bersamamu...


Bicara Pada Alam

 
aku bertanya kepada alam....
wahai besi kursani..keras benarkah engkau?
wahai si raja besi...keras benarkah engkau?
wahai si intan yang berkilauan...keras benarkah engkau?
wahai batu....keras benarkah engkau?

demi tuhan sekelian alam...
tiadalah aku berkuasa...
sekeras manapun aku...
lebur jua akhirnya
tunduk dibawah kekuasaan tuhan Yang Maha Kuasa
andai dibawakan aku akan sang api maka leburlah akan aku...

aku bertanya pada api....
wahai api yang sangat panas lagi membakar...
sedangkan si raja besi, si besi kursani, intan mahupun batu bisa kau lebur
berkuasakah engkau melewati sekelian mahkluk?

maka ia menjawab...
tidaklah aku berkuasa atas sekelian makhluk
kerna aku jua diciptakan olehNYA Yang Maha Kuasa
aku tunduk diatas kebesaran dan kekuatanNYA
andai dibawakan aku akan sang air pasti aku lenyap tak bersisa...

aku bertanya pada air
wahai air yang bergelora...
dengan runtunanmu sang bah melanda seperti Kaum Nabi Nuh
hingga semuanya lenyap oleh kuasamu hinggakan tiada sedikitpun
mukabumi ini tidak kau jamah...
dengan sifatmu 80% muka bumi ini menjadi tempatmu beradu
berkuasakah engkau melewati sekelian makhluk?

maka jawab si air
adalah aku ini tiada daya melainkan dengan kuasaNYA
tiadalah aku berupaya dan berkuasa keatas semua mahklukNYA
kerna aku jua mahkluk ciptaanNYA...
aku hanya menuruti perintahNYA
tiadalah aku berkuasa melainkan DIA Yang Maha Kuasa
andai mentari panas membakar
kemarau menjengah kesemua arah
pasti aku akan lenyap....
keringlah segala punca dan mataku
jika itu kemahuan dariNYA....

aku bertanya pada angin yang menghempas badai...
wahai sang angin....
aku tahu kau sangat menggerunkan
dengan ribut dan taufan yang tak mengenal
kau sambar apa jua yang kau temui
hingga ranap sekian alam
menjadi padang jarak padang terkukur
berkuasakah engkau sang angin keatas sekelian mahkluk disekitar alam ini?

Sang angin menjawab...
tiadalah aku berkuasa...
diperintahkan aku untuk menghukum...
akan manusia yang saling bersengketa
yang melupakan bahwa DIALAH Yang Maha Berkuasa
mereka berbuat kerosakan dibumi yang nyata
datanglah aku sebagai peringatan
supaya manusia kembali ke landasan
memakmurkan bumi dan sekelian alam
sepertimana yang telah diperintahkan
yang seharusnya menjadi pegangan
oleh setiap manusia tanpa kira apa jalur dan perhiasan
kerna itulah yang disyariatkan
kerna itulah yang dihakikatkan
kerna itulah yang dimakrifatkan
ikutilah jalan yang telah tersedia olehmu
kembalilah kamu semua ke jalan yang satu
tanpa ada beza
tanpa ada ragu
itulah jalan yang haq bukan yang palsu

Maka tanah,api,angin dan air saling berkata
tiadalah kami berkuasa keatas sekelian makhluk ciptaanNYA
kami tunduk dibawah perintahNYA
bukan kami dari golongan yang ingkar
kami juga makhluk ciptaanNYA
berzikir juga sentiasa
hidup juga kami adanya
berbakti kepada manusia menurut perintahNYA
andai manusia ingkar kami pasti menghukum
dengan hukuman yang berat lagi azab yang diperintahNYA
tidak akan kamu dapat lari kemana-mana
kerna ketentuan itu pasti akan berlaku
selagi kamu tidak bersatu
seakan dunia ini milik kamu
sedarlah dunia ini cermin lagi mengkhayalkan
kerna kehidupan akhirat itu abadi
sepertimana yang telah dijanjikan....
kembalilah kamu semua
kembalilah kepangkuan Yang Maha Esa
kembalilah.....
kerna kami tahu apa yang kamu tidak tahu....
andai hijab diakhir kematianmu nanti
kamu pasti akan tahu....
kerna segalanya pasti terbuka
nampaklah akan dikau segala yang tersembunyi
menyesal sudah tiada berguna lagi..........

Rabu, 25 Ogos 2010

Perang Mujadatul Nafsin Ramadhan 1431Hijrah


Oh ramadhan....
mengapa dibulan berkah kali ini
terasa sungguh aku akan dirimu
kali ini kau datang bukan dengan sapaan
lembutmu seperti selalu tetapi
kali ini kau datang dengan rentapan dan henjutan
yang teramat sangat....
membuat aku terkejut dari lena dalam buaian

Maka benarlah kata-kata kekasihMU
bulan ini bulan ujian dimana
bulan syawal nanti bulan kemenangan
meraikan manusia yang bertukar menjadi insan
yang seharusnya kelak menjadi insanul kamil
tapi berapa keratkah manusia yang memperolehinya?
diantara ramai sungguh yang menjalaninya?

bak mendapat haji mabrur...
ada ketika tak seorang pun yang memperoleh
dikala ribuan insan yang menunaikannya
tapi ditunaikan pula pada insan yang tidak menunaikannya
kerna wang sakunya untuk menunaikan haji
diberikan kepada yang memerlukan...
begitulah sungguh Allah jua yang mengerti
hakikat tersurat dan tersirat
dalam kitab pedoman para wali
buat santapan hati nurani

Ya Tuhan Yang Maha Pengasih
Layakkah aku merai 'idulfitri
sedangkan nafsu ammarahku masih tegar
segar dan bugar.........

dipermulaan bulan ujian ini saja
sudah ku tersungging tersembam beberapa kali
lantaran nafsu ammarah yang mulai mengganas
tatkala syaitan ditambat dan dihumban
ke petala 7 lautan yang dalam
yang tinggal cuma aku berdua
aku dan nafsuku
itupun sudah tak tertanggung olehku
tanpa bantuan terus dariMU

dibulan ini perhitungan antara
2 jiwa ,2 kehendak dan 2 fikiran
perhitungan selayak sebuah perang besar
mengalahkan perang badar
mahupun perang lainnya
itulah perang mujadatul nafsin
seperti kata kekasihMU

sungguhpun perang ini tak menitiskan darah
tak menghancurkan jasad tak melukakan anggota
namun hakikatnya keperitan dan kepedihan
qalbu itu terhiris dengan kepedihan dan keperitan
yang teramat sangat..menyamai keperitan luka
yang teramat dalam akibat tusukan pedang tajam
perhitungan aku dan nafsuku silih berganti
pergolakkan yang sungguh hebat..
ada ketika aku menang dan ada ketika aku kalah
umpama orang gila aku jadinya
berkata dengan diriku
memarahi diriku kerna tidak memenuhi kehendaknya
seperti didalam bulan-bulan lainnya
seperti kebiasaan yang menjadi tabiatnya
semakin giat pula serangannya dibulan ini
tidak pula dibulan lainnya...
mengapa ini semua berlaku?
mengapa?...

Bukankah ini bulan ujian sabda kekasihMU
Bahkan itulah kebenarannya kata lubuk hatiku membenarkannya

Maka seharusnya dan sepantasnya kau teruskan perjuangan ini..
ini bukan perhitungan kau dan syaitan katanya lagi

Seharusnya kau tundukkan nafsumu seumpama
kau tundukkan kuda liar dihabitat asalnya
silap cara kau akan dihumban..diterajang dan dipijak

maka ikutilah segala kafiat dan syarat dengan mendalam
turutilah khafiat pejuangan kekasihKU
berjuanglah kau zahir dan batin....
berpuasalah kau zahir dan batin...
beribadahlah kau zahir dan batin...
zahir dan batinmu harus bersatu menentang nafsumu
lakukan seperti tiada lagi esok bagimu...

perlu kau ingat nafsu mu baru peringkat pertama
belum lagi menjengah peringkat seterusnya
spt peringkat nafsu Lawwamah, Mulhamah,Muthmainnah,
Radiah,Mardhiah dan Kamaliah.
Dengan Qudrat dan RahmatNYA kau akan melepasi
setiap tahap itu...
tetapi kau harus berjuang habis-habisan
kerna ramadhan inilah permulaan bagi kau mulakan
kerna rahmatNYA ada didalamnya
kerna pertolonganNYA ada didalamnya
dan teruskan perjuangan meskipun ramadhan
akan dan telah pergi...
namun perjuangan kau dan nafsu itu tetap takkan berakhir
selagi belum kau hampiri titik penamatnya
selagi belum kau berada dalam keredhaanNYA
selagi belum kau menghampiri dan bersamaNYA

kerna dalam perhitungan dan perjuangan ini
ada yang tersungging...
ada yang tersembam....
ada yang hanyut.....
ada yang kalah hingga tercabut nyawanya
jangan kau gusar kerna DIALAH yang akan
menunaikan janji-janjiNYA pada insan yang dikehendakiNYA

perlu kau ingat selalu
puasa itu bkn lapar dan dahaga
bukan juga bulan membunuh nafsu
tetapi mendidik dan mentarbiah nafsu
supaya ia tunduk pada kehendak diri
diri yang terpecah kepada empat
disuatu sudut agar tidak kau merempat
sesungguhNYA yang berjuang kan mendapat rahmat
iktikad diri perlu kau semat
agar bukan lagi dirimu lagi dikuasai nafsu-nafsi
yang ingin merajai hati sanubari zahir dan batinmu
seperti diwaktu sebelum ini
sungguh bermaharaja lela ia berkuasa
sampai roh dan qalbu tak berdaya
lemah tak berdaya upaya nafsumu memperguna
menghambat dengan pelbagai rupa
samada kau sedari atau tidak
itulah hakikatnya dirimu kini

Jika kau berjaya dibulan ramadhan yang mulia ini
maka layaklah kau merai 'idulfitri
layak lah kau merai akan kemenangan itu
kemenangan membebaskan dirimu dari
kekangan hawa nafsu nafsimu itu
berbahagialah kau insan mendapat rahmatnya
dengan rahmat itu dapat kau panjatkan istiqomahmu
diwaktu mendatang dengan kebahagiaan
kerna kau telah berada dalam kerahmatan

Dapatlah kau merai' dengan penuh kesyukuran
bukan dengan kuih muih , ketupat dan rendang
mahupun kuah lodeh dan lemang
kau harus merai' dengan syukur dan tawaduk
agar dipanjangkan akan istiqomahmu itu
sehingga menjelang ramadhan yang satu lagi
atau sehingga menjelang akhir nafasmu
berbahagialah hendaknya jiwa2 yang telah mendapat rahmat
dan berbahagialah jiwa2 yang mendapat ketenangan
seperti yang dijanjikan olehNYA
menerusi ilmu dan kalamNYA

Cetusan Rasa:
Salam 'idulfitri buat jiwa2 yang merdeka.Merdeka dari pejajahan hawa nafsu nafsi
itulah hikmah kemerdekaan negara yang berada dibulan ramadhan ini.Salam kemerdekaan ke 53 jua buat rakyat malaysia yang masih belum memerdekakan diri...walaupun negara telah merdeka selama 53 tahun dari penjajahan Inggeris.Tapi sudahkah kita merdeka dari penjajahan hawa nafsu kita sendiri?

tepuk dada tanya sanubari... kerna sanubari tidak bersekongkol dengan durjana
syaitan dan nafsu serakahmu itu.

Lebih2 lagi kita sebagai anak-anak merdeka yang saban ketika saban tahun semakin menderita roh dan hati sanubarinya kerana penjajahan hawa nafsu yang merajai itu semakin menggila. Ada nafsu yang menjadi tentera iblis dan syaitan pula. terdidik ia olehnya maka itu dibulan ramadhan yang mulia ini masih ramai yang menggila dengan nafsu nafsinya meskipun syaitan telah terbelenggu dan terhumban di perut lautan 7 petala bumi.

wahai diriku...ingatlah..setiap diri manusia ini terjajah sejak azali dengan nafsunya.ditambah pula dengan serangan iblis dan syaitan.dan ditambah lagi dengan dunia dan seisinya. Maka 4 perkara ini haruslah kau sentiasa ingat dan pegang kemas
Akan perjuangan ini sehingga akhir nafasmu..perjuangan ini tak kan berhenti sehingga terputus nyawa dikandung oleh badanmu. Kerna ketika akhir nafasmu kesemua perkara ini akan menarikmu kesegenap segi akan rohmu jua. Mohonlah akan kita dipelihara Allah dengan khusnul khotimah...

Ingatlah Nafsu amarah itu bukan sekadar nafsu marah, bukan sekadar nafsu syahwat, ia adalah perkara yang menjurus kita berbuat perkara-perkara keji lagi mungkar yang membuat kita berasa seronok melakukannya tanpa batas-batas agama. antaranya, berjudi,minum arak,berzina dan bermaksiat,mengadudomba, fitnah (kata2 manja ialah gossip),bergaduh ( kemarahan ), ujub,riak,sum'ah,dengki khianat dan segala macam penyakit hati yang nyata mahupun tersembunyi.

Cara memberus hati dari karatan nafsu amarah ialah dengan zikrullah. Kerna dengan solat sahaja tidak cukup untuk membasuh kotoran dan karat nafsu amarah yang melekat dihati dan kalbu kita itu..Pilihlah dari segala macam kafiat zikir yang ada..spt zikir "la illa ha illallah atau zikir "Allah".dan istiqomahlah zikir itu sehingga ia meresapi kebahagian rohmu yang batin.sehingga roh dan qalbumu turut berzikir.
sehingga setiap degup jantungmu turut jua berzikir. sehingga setiap urat nadi di nodus limfamu itu juga berzikir..sehingga darahmu turut berzikir..sehingga otot2 mu turut berzikir..sehingga tulang belulangmu turut berzikir..sehingga kulit dan roma dan rambutmu juga berzikir..sehingga seluruh tubuh jasadmu itu jua turut berzikir sebagaimana tubuh rohanimu juga berzikir...

Laksanakanlah ibadah syariatmu dengan khusyuk dan berzikirlah sebanyak degup jantungmu berdegup dan sebanyak nafasmu kau hirup dan hembuskan.insyaALLAH kau akan dapat petunjuk, taufik dan hidayah.. kerna kau sentiasa menghadapNYA dan sentiasa mengingatiNYA..SesungguhNYA itulah yang dikiaskan mengingati ALLAH tatkala duduk..berbaring...mahupun berdiri. Disamping itu berbanyakkanlah berselawat dan menghadiahkan Al-fatihah buat Rasulullah s.a.w kerna kita tertakluk pada syafaatnya jua. Sedangkan Allah dan malaikat berselawat keatasnya..siapalah kita untuk tidak berselawat padanya...kitakan umat Nabi Muhammad s.a.w . kita bukan bersendirian. Dialah guru dan dialah kekasih hati kita malah dialah penghulu para nabi dan rasul.

Semoga Allah memberi rahmat pada engkau dan aku...dengan petunjuk, taufik dan hidayahNYA. kerna itulah yang termahal sekali didunia dan seisinya. tak terbeli oleh billionare atau trillionare sekalipon.apalah guna harta bergunung-ganang...kereta mahupun rumah berbillion dollar mahupun pound sterling atau wajah yang sungguh tampan atau sungguh cantik...atau gunungan everest akan berlian dan mutiara semuanya  atau dengan gulungan ijazah kedoktoran falsafah dan segala macam pengiktirafan keilmuan didunia mahupun kau diberi kuasa menguasai seantero dunia sekalipun takkan kau mampu memiliki petunjuk, taufik dan hidayahNYA melainkan dengan restu dan rahmat dariNYA. Kerna dialah yang menguasai hati-hati makhlukNYA. kerna tidak ternilai lagi semuanya nanti..bukan itu yang roh engkau dan aku perlukan tatkala disuatu saat bukan nafiri mahupun seruling ditiup tetapi tiupan sangkakala pertama dan kedua ditiupkan. Akan hancurlah harapan bilamana perkara yang termahal sekali tidak dianugerahkan kepada kita...sia-sia lah hidup kita yang selama ini mengejar dunia dan seisinya....sia-sialah jasad diatas perbuatannya...sia-sialah roh kerna tak mampu melunaskan tanggungjawab dan rahsia serta ikrarnya dahulu.. Moga Allah menuntun engkau dan aku....semoga dianugerahkan kita dengan petunjuk taufik dan hidayahNYA
semoga berkat rahmatNYA memayungi kita kelak...

Peringatan;
1. Setiap diri manusia telah terjajah dengan hawa nafsu dan akan dijajah iblis,syaitan dan dunia.Cuma insan yang terpilih yang berjaya memerdekakan diri masing2 dengan rahmatNYA. Berusahalah dan memohonlah padaNYA semoga kita tergolong dalam orang2 yang mendapat rahmatNYA.

2. Sejak Iblis dan syaitan dilaknat oleh ALLAH ketika Nabi Adam diciptakan, mereka tidak pernah berhenti akan usaha mereka..tak pernah berhenti walau sesaat...tidak juga mereka tidur dalam usaha mereka menyesat dan memporak perandakan manusia dalam proses mencapai kemerdekaan itu. Jadi jika musuh manusia yang dilaknat ALLAH ini tidak tidur,tidak berhenti,tidak leka,tidak lalai dalam usahanya maka apakah kita harus bersantai dalam perjuangan ini? dengan ini datangnya ISTIQOMAH
dengan istiqomahlah kita dapat keredhaanNYA. Dengan keredhaanNYA lah kita menjadi seperti bayi yang baru lahir. Yang bersih umpama kain putih yang tiada cacat celanya. Itulah saat kebahagiaan mutlak sebelum kita kembali kepangkuan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

3. Carilah Ilmu dan belajarlah..kerna ada pembelajaran itu tidak kau dapati dalam buku mahupun teks pembacaan. Bukalah matamu besar2...bukalah mata hatimu luas-luas dan kau saksikanlah alam nan terbentang luas...setiap mata itu memandang segenap langit dan bumi, tanah dan lautan, haiwan dan tumbuh-tumbuhan dan sekelian mahluk ciptaan yang diciptakan terdapat tanda-tanda ALLAH.Begitu juga tanda-tandaNYA pada diri kita sendiri samada dari hujung rambut sampai ke hujung kaki semuanya mempunyai tanda kita milikNYA andai kita memerhati secara terperinci dan tersirat Semua ciptaanNYA mempunyai samada pada Asma'NYA (Nama-namaNYA yang agung), Sifat-sifatNYA, Af'al-af'alNYA,dengan jelas tanpa selindung dan (mahupun ZatNYA bagi yang mampu mencapaiNYA - Kerna Rasulullah s.a.w pernah bersabda " aku kenal tuhanku dengan TuhanKU) itulah tanda-tanda orang yang berakal yang menggunakan akalnya untuk mencari ilmu dan berfikir.Maka hikmah kan terbentang luas akan perananNYA.

Jadilah manusia yang sentiasa mencari ilmu, gunakan akal untuk berfikir dan gunakan anggota lahiriahmu untuk beramal.Moga kesejahteraan milik engkau dan aku. seperti doa muslim dengan muslimin yang lain tatkala memberi dan menjawab salam.Bukankah ilmu ALLAH ini indah lagi mudah dicapai?

Belajarlah dengan sesiapapun, hatta orang gila atau kanak-kanak sekalipun tetapi perhatikan dan pisahkanlah mana yang benar dan mana yang batil kerna kita dikurnia akal dan sanubari yang membisik ilmu yang benar (Al-furqan).kerna pada setiap makhluk ciptaanNYA itu terdapat pelajaran. Ingatlah engkau, ilmu yang benar itu suci tak tercemar walaupun akhlak dan perilaku sipembawanya tercemar,kotor mahupun hina apetahlagi kanak-kanak hingusan yang belum kering hingusnya bisa memberi kata-kata hikmah yang besar sekiranya kita yakin teguh padaNYA.

Demi Allah, DIA mengajar kita bukan sekadar menerusi kalamNYA (Al-quran) mahupun hadis ( kata-kata RasulNYA yang disampaikan ) bahkan DIA mengajar kita setiap masa andai kita mengerti dan memerhati segenap perkara dan peristiwa..pengajaran melalui mata..pengajaran melalui telinga..pengajaran melalui rasa..pengajaran melalui sentuhan..pengajaran melalui mulut(suara2 makhlukNYA)

Demi Allah, Sungguh kebenaranMU itu, walaupun dihimpun air lautan didunia ini dan ditambah dan ditambah dan ditambah sehingga ketidak terhingga (infiniti) sekalipun takkan bisa habis menulis kalamNYA itu. dan ilmu yang kita terima ini pun ibarat setitis dakwat yang terjatuh dilautan luas takkan merubah warnanya dan takkan berkurang pun kalau kita mengambil setitis darinya.Sungguh Maha Luas dan Maha Agung Kalam dan IlmuNYA itu jua adanya.



raden adinigrat kesuma jati...

14 Ramadhan 1431H

wallahualam...
innalillahiwainnalillahirrojiun
segala ilmu milik ALLAH
aku sekadar menyampaikan
bukan aku yang menyampaikan
aku tak punya apa-apa
sebutir zarah pun aku tak punya
sudah la tak punya apa-apa,
lagi hina dina fakir pula aku ini
lagi tak berdaya dan tidak berkuasa
nak mengaku aku pun aku tak layak
kerna aku itu pun bukan aku
kerna aku telah tiada
tiada lah aku dimana-mana
tidak punya jasad
tidak punya roh
tidak punya nama

tubuhku zahir dan batin
lenyap tak tersisa akhirnya
dalam musyahadahku kepadaMU
kembalilah diriku yang ku pinjam ini padaMU
dengan pengembalian yang abadi


Ahad, 8 Ogos 2010

Tanpa suara...tanpa kata...

Siapalah aku?
tak punya nama,
lagi pula buta,
bisu dan pekak.
tangan dan kakiku
lumpuh tak bergerak.

Nafasku tiada
jantungku tiada..
apatah lagi untuk berdegup..
tubuh badanku yang ada ini semakin melebur..
hancur bak debu berterbangan disira air hujan
lantas lenyap tak terkesan..

tiada zat aku...
tiada sifat aku..
tiada asma aku
tiada af'al aku..
yang ada hanyalah DIA...

DIAlah Zat
Dialah sifat
DIAlah asma'
DIAlah af'al
DIAlah segalaNYA

Tiada segala yg mumkin yg aku pandang.
Yang ada hanya ALLAH.Empunya Nama bagi DIA.
Tiada Nama-nama mumkin yang ku lihat
Yang ada hanyalah Asma'NYA
Tiada Sifat2 mumkin yang ku lihat
Tang ada Hanyalah Sifat-sifatNYA
Tiada Af'al yang dibuat
Melainlah SegalaNYA Af'alNYA sendiri

DIAlah segala Zat
Dialah segala sifat
DIAlah segala asma'
DIAlah segala af'al
DIAlah segalaNYA

Mengenal Allah dengan Allah
Mengenal Allah dari Allah
Mengenal ALLAH kepada Allah

Terbit aku adalah baharu.Diciptakan aku setelah ditiupkan padaku ROhNYA..
Bernyawa aku dengan kurniaanNYA.
Bernafas aku adalah kernaNYA.
Deria aku adalah bersifat pinjaman
Sifat Ma'ani yang terbit dari sifat2NYA
Layakkah aku meminjam sifat2 itu?

Lantas apa mahu mendabik dada semahunya?
Lantas jerit,hilai tawa itu aku yang punya?
Sememangnya itulah sifat Adam yang ada dalam diri
Terkhilaf dari kesabaran yang hakiki
Bak Nabi Musa dan Khidir
Dua pandang yang tak mengerti
antara yang tersimpan dilubuk sanubari...

Rabu, 7 Julai 2010

Mataku berkata.......



Adapun aku memandang yang banyak tertera satu jua adanya...
bilamana aku memandang yang satu yang tertera dalam banyak...
maka
semakin diolah semakin nyata
tiada rahsia lagi
Asma',Af'al,Sifat dan ZatNYA
memberitahu itulah ia
yang terbanyak itu
Tidak jelas lagikah bagimu?
Nikmat yang mana lagi yang kau nafikan?

Jika dipandang pada Asma'NYA maka terteralah kalimahNYA
Jika dipandang akan Af'alNYA maka terteralah Perbuatan dan KekuasaanNYA
Jika dipandang akan SifatNYA maka tertera lah SifatNYA yang termaktub didalam Simpulan Iman (Ilmu Aqidul Iman itu)
Jika dipandang akan semua Nyata Rahsia disebalik ZATNYA.
Sir didalam Sir

Aku memandang dengan pandanganMU
Bukan Aku yang memandang hanya KAU yang memandang
PandanganMU yang membuatkan aku melihat
Kata-kataMU yang membuatkan aku berkata

Umpama melihat cermin 
bukan zahir diri yang dipandang
hakikat diri sebenar diri
yang empunya dan dipunyai

Hakikatnya cuma 1
dizahirkan dan penzahiran 
itu menjadi rahsia
rahsia didalam rahsia
terhijap pula dengan 70 hijap

......bismillah
.......bismillahirrohmanirrohim
denganMU langkah kaki ku gerakkan
fikir akal dan deria ku singkap
aku ada kerna KAU ada
aku lebur tetap KAU jua yang ada
..................................




Al-kisah tisu dan segelas air



Secara tiba-tiba aku terpandang gelas air suam ditanganku..lantas aku letakkan secebis kertas tisu kedalamnya..ku lihat tisu itu diresapi..meresapi akan air yang berada disekelilingnya...Maka dengan itu sedarlah aku bahawa....... ( Sahabat2...sila fikir2kan jawapan anda? Bukalah minda...bukalah hati..dengan kalimah bismillah.... Untuk lebih jauh lagi...gantikan tisu tersebut dengan diri kita, dengan alam ini, dengan bumi ini atau dengan cakrawala ini..apa yang kau saksikan...? sapa yang bersaksi dan siapa yang menyaksi? Sebagai tambahan...lebihkan cahaya flash pada gambar tersebut? apa akan jadi? apakah sifat objek itu semakin ketara atau semakin hilang?

to be continued...

Rabu, 30 Jun 2010

Persada Pawajingga Nutur Mawunku

Bagai layar bahtera aku jadinya
dihembus angin ke merata arah
aku sendiri
tanpa sesiapa
sahabat handai


rakan taulan mahupun keluarga
yang ada hanya Dia

Bagai pendayung sampan
aku didayung kesana kemari
menongkah arus
terkadang memeritkan
kerna aku cuma pendayung
buatan kayuan biasa

Aku terkhilaf terkadang
melihat diri nan usang
bergejolak runtun mawarsita jingga
ditabir gelora malam purnama
disepi itu aku berbicara
pada tuan yang tak bernama

alkisah menutur tiadalah bisa
merungkai peribadi akukah ia
sang raja arjuna tapa
dimana duduk disitulah dia
di lantera pujangga adu nestapa
tiada terperi bagai bahasa

ahhh...
dua kali lima lantai ku pukul
jemari tersantun dilimat kali aduh persaktiannya
kanjang dilipur satu persatu bak azimat
mengadu pada jari-jari keramat
dipersudah getar dimata ku siat
sang tari merungkai liuk jemari
melara kesekian kalinya disini
dengan luka harap disembuh
mengering air mata nan tiada
meresap darah luka pun tiada
namun sakit itu semakin ku rasa
kemudian hilang lenyap tiada
sifatku meminjam pada peminjam
ku pulang semula kerna aku tak ada

Huuuuuuuuuuu.........
lantas ujung jariku semakin tersentuh
rentan jeritku semakin sayu
siapakah aku dialam inderaloka ini
wajah tertera semakin banyak
menghilang yang banyak dalam satu

Huuuuuuuu...
Aku adalah engkau
tetapi engkau bukanlah aku
aku adalah aku
tanpa nama
tanpa suara
tanpa tika
tanpa disitu
mahupun disini
atau disana

Lantas
aku menyaksi dua bola mata tak berfungsi
nyata bukan hanya ilusi bahkan tak berpaksi
rona saksi berputar2
kosong

lantas
semakin ku tahu...semakin aku bingung
semakin ku kenal ..semakin aku karam
semakin ku faham...semakin aku hilang

Bila sudah tahu...?
..................................
..................................
..................................
..................................


            ( . )

Rabu, 2 Jun 2010

Langkah

Wah....
Lambat betul kaki ni melangkah
Dah terlampau lama kot aku tak bergerak..
Naik kebas dan kematu jadinya...
Bila lah dapat aku lajukan lagi langkah kakiku..

La patut la berat rasanya nak melangkah...
Kaki yang berlumpur akibat berselut tu dah kering
macam orang patah kaki bersimen...
kene kopek sume lumpur kering di kakiku ini..

Hmm...tapi macam mana ya..
Kalau aku kopek sendiri nanti berdarah pulak
Ni aku ulas pulas tak tanggal pun
dah melekat la
macam simen orang buat rumah
hmmm....

Gimana nih...
kene ketuk ngan tukul la camni...
tapi kat mane nak cari tukul kat tengah2 hutan nih
yang ada pokok, semak samun je

Takpe...
Aku gerak slow-slow
Berat kaki nih pon lantak la
Lau ader rezeki aku jumpa sape-sape
nanti aku tanyalah diorang ade tukul tak
boleh aku ketuk lumpur kering kat kaki aku nih
Dah macam Kaki Untut dah rupanya dah ni..
Untung2 bukan saja dia bagi tukul malah dapat pulak
dia bagi cara lain yang lebih mujarab dan berkesan
untuk menanggalkannya.
Lagi untung kalau dia dapat bagi tips bagaimana
nak elak kene lumpur lagi kat kaki
Lagi untung kalau dia bagi tips jalan yang tak berlumpur
Lagi untung kalau .....

Tapi jalan mana yang takde debu?
jalan mana takde semak?
jalan mana takde selut lumpur?
jalan mana yang takde halangan?


Ahh...
Banyak soal la ko ni
Kalau tunggu dan ikut kata ko
alamat tunggu berlumut la lumpur kering kaki aku nih
ko nih sape nak bagi mcm2 alasan kat aku
pasal ko la aku kene tinggal taw..
tah dah sampai mana tah diorang dah sampai
aku gak yang dok kat sini termangu2
ni ko punya pasal lah
ko ni memang sengaja je nak lambat-lambatkan aku kan!!
hari dah nak senja dah nih
kalau malam dah susah nak jalan...gelap..
kena pulak hujan macam mana?
ko nak bagi aku payung??
tak payah lah...
payung ko tu pun dah tinggal rangka besi
kainnya dah lame hancur luluh...
ko sorang je la pegang payung tu..
nanti kalau ujan senang sikit petir tu sambar kat ko..

Dah lah...
Malas aku nak layan ko nih
gi ar berambus...
jgn kacau aku lagi
aku nak blah nih...
Jgn ikut aku
Ko dok la kat sini
bersama2 ngan payung karat ko tu..

Bye...!!!
Ingat kalau ko kejar aku atau ikut aku lg aku akan mempelayingkikkan kaki aku yg mcm untut ni kat kepala ko yang gondol mcm buntut kuali tu.. Aku nak kejar diorang tu skang...takut tak sempat je kang...

Sabtu, 22 Mei 2010

Persoalan.....


Bingung aku jadinya..berdepan simpang kok ini pula jawapan yang diberi..ada sahabat yang dapat membantu menghuraikan persoalan nih?

Khamis, 13 Mei 2010

Bersyukurlah....

4 may 2010

Mengapa perlu kita makan?
Mengapa perlu kita tidur?
Mengapa perlu kita bernafas?

Keperluan ini untuk siapa?

Andai aku mati
Kita tak perlu lagi makan
Kita tidak perlu lagi tidur
Kita tidak perlu lagi bernafas

Mengapa kita bernafsu?
Mengapa kita berkeinginan?
Mengapa hati yg sakit terasa panas didada?

Andai aku mati
Nafsu ku dimana?
Keinginan itu dimana?

Tidakkah kau perhatikan?
Nikmat Allah yang mana engkau dustakan?

Tidakkah kau bersyukur?
Kita dikurniakan jasad yang cukup sifat.
Kita dikurniakan pancaindera yang cukup sifat
Kita dikurniakan kesihatan yang baik
Kita dikurniakan nikmat penghidupan yang baik
Kita dikurniakan rezeki yang banyak meskipun
cukup sekadar kais pagi makan pagi kais petang makan petang
Kita dikurniakan keamanan penghidupan yang baik
Kita dikurniakan ilmu yang sentiasa mencurah-curah
Kita dikurniakan pegangan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai tali penghidupan sejahtera
Kita dikurniakan keluarga yang sempurna
Tidakkah lagi kau bersyukur?
Perlukah kau meragui akan kasih dan sayangNYA?

Apa lagi yang kau perlukan?
Usah kau tamak haloba dengan tuhanMU
Kikir dengan nikmat dunia yg cukup mengasyikkan
walhal pernahkah kau saksikan?
pernahkah kau fikir dan alami?
andai yang tinggal cuma roh tanpa jasadmu?

Apakah rohmu masih memerlukan makan?
Apakah rohmu masih memerlukan kesihatan?
Apakah rohmu masih memerlukan nikmat keduniaan?

Bilamana rohmu terpisah dari jasadmu bak
kamu menyaksi 2 entiti yang berbeza walhal ia pernah menyatu tanpa beza
yang tinggal hanyalah wujud rohmu yang sejati
jasad dan tulang belulangmu kelak dimakan bumi
Jasad tubuhmu sejuk dan kaku
dimana titik nyawamu?

Dimanakah kemewahan yang dikecapi akan membantumu?
Dimanakah nama yang pernah gah itu akan membantumu?
Dimana kuasa dan pangkat yang pernah kau raih akan membantumu?
Dimana sijil diploma sarjana PHD yang kau peroleh itu akan membantumu?
Dimana kenalan sahabat handai taulan dan keluarga itu akan membantumu?
Dimana semuanya itu akan membantumu?

Kau hanyalah seorang
Seorang insan yang punya roh bertumpangkan badan
yang ada hanyalah kau dan tuhanmu
tuhanmu lah yang agung yang cukup penyayang
diberikan segala keperluan untukmu berkelana didunia fana ini
diberikan nafas untuk bernyawa
diberikan rezeki
diberikan nikmat penghidupan
dipermudahkan jalan-jalan dibalik kesukaran
memenuhi segala-galanya keperluanmu bersesuaian dengan fitrah hidupmu

Nikmat yang mana lagi kau mahu dustakan???
Sungguh kita ini leka alpa dan lalai
sudah diberi betis nak peha
sudah diberi nikmat kita lupa diri
bila sudah tersembam terngadah baru teringatkanNYA
itupun syukurlah masih teringatkanNYA andai tak sedar langsung dan masih leka dibuai perasaan?
kita jualah yang rugi dan merugikanlah diri kita adanya.

:Natijahnya kita jua yang rasa:
peka kan lah pancaindera
tajamkan minda
perhatikanlah bibit-bibit nikmat yang kita terima
perhatikanlah dan nikmati satu persatu nikmat dengan penuh kesyukuran dan penuh kesadaran
umpama makan sesuap nasi
apakah texture nasi itu? lembut? keras? melekit? kenyal?
apakah rasa nasi itu? tawar? beremulsi? berlemak? manis?
bagaimana nak merasai sesuap nasi dengan penuh 'rasa'? Kita harus kenal,tahu dan faham akan nasi itu.
bukan sekadar menjamah membuta tuli,gelojoh dan gegabah.Nabi S.A.W sendiri mengunyah makanan sbyk 40kali sebelum ditelan.Jangan kita ikutkan nafsu dan perasaan mengabaikan fitrah kewujudan.

Moral:: Belajar B.E.R.S.Y.U.K.U.R pada SETIAP perkara yang berlaku dan alami terhadap dirimu.Nikmati (Telitikan) setiap perkara itu dengan penuh perinciannya dengan hati yang terbuka,Minda dan pancaindera yang tajam.

Ahad, 18 April 2010

Sudah Takdirnya Begitu...Tribute to Angah...


Khususan ya ruhi muhammad Halif bin Safaruddin...Alfatihah....

Terasa amat sedih tatkala melihat kemalangan jalanraya disana sini.. Bagaimanalah agaknya mereka ini meninggal dunia dalam keadaan sebegitu..siapakah yang terakhir bersamanya tika saat nafas terakhir itu berhenti? Pabila terkena batang hidung sendiri keadaannya amat memilukan..Terasa jantung begitu panas bagai direntap..tubuh longlai mendengar berita yang sungguh memilukan..Setakat kemalangan ringan tak mengapalah..tetapi bilamana meragut nyawa itu yang sangat memilukan... Apakan daya kita hanya manusia biasa... Siapalah kita untuk menyangkal ketentuan...

"Setiap yang hidup itu Pasti akan merasai kematian" cuma bila dan dimana serta bagaimana kematian itu tiba wallahualam... Cuma yang mendapat rahmat Allah yang akan menerima berita akan kematian itu sebelum kehadirannya dan bagi yang diberikan tanda-tanda akan kehadirannya bagi yang peka dan teliti dengan dirinya sendiri.

Tanggal 4.4.2010. Jam 5.30 Petang di Laluan jalan dalam Kg Pasir Tuntung, terdamparlah tubuh lesu anak saudaraku yang mengalami kemalangan motorsikal akibat terbabas bersama sahabat karibnya dan juga sebuah motosikal lagi yang ditunggangi oleh abangnya.Itulah nasib seorang pembonceng motosikal yang kebiasaannya lebih teruk dari yang penunggang. Namun sahabatnya itu cuma tercampak didalam parit dengan luka ringan manakala anak saudaraku, angah patah kedua2 kaki dan mengalami polytrauma, luka dalam di dahi kanan diatas mata kanannya.

Aku cuma mendapat berita itu jam 7.00ptg selepas selesai kerja2 fotografi perkahwinan serta selepas berehat sambil minum petang di pantai remis bersama teman2 dan pembantuku.Sudah terlambat untuk aku berbuat apa-apa selain menunggu dirumah kakakku kerna tidak dapat untuk ke hospital tanjong karang atas sebab jenazah akan segera dihantar ke rumah. Aku tak dapat menahan sebak dan emosiku. Jika aku dapat segera balik awal selepas job tersebut, berkemungkinan besar aku dapat membantu menghantar angah ke hospital dengan segera. Namun, kemalangan yang berlaku biasanya cukup ramai yang menyaksikan.. tetapi berapa ramai yang nak menolong dengan pantas? saat panik dan cemas itu 1 saat amat berharga bagi kita semua. 1 saat yang membezakan seseorang itu kemalangan,terbabas atau tidak. 1 saat yang berharga untuk kita bertindakbalas atas sesuatu perkara yang berlaku itu agar kita bertindak sebaliknya..

Aku pasrah dan redha atas ketentuan ini..Sambil membersihkan wajah dan tubuhnya dari lumpur dan kekotoran tanah sejurus selepas jenazah tiba dirumah kakakku. Sementara abangku menggunting baju dan seluar jeans yang dipakainya bagi memudahkan kerja-kerja mandikan jenazahnya nanti.Kemudian dilapiskan dengan kain batik lepas menutupi tubuh badannya..Air mata ku semakin laju dan peluh menitis dan membasahi segenap tubuhku sewaktu membersihkan wajahnya dengan air suam. "Rupa angah macam tengah tidur!" berkata dalam hatiku..semakin sebak melihat luka yang dalam di dahi kanan diatas kening kanannya itu.Seperlahan mungkin aku membersihkanya sambil menahan titisan air mataku yang semakin laju..Terus aku berikan kain tuala good morning itu kepada abangku untuk meneruskan membersihkan tubuh jenazah angah dibahagian kanannya kerna aku tak mampu untuk meneruskannya... Ya, Allah berat sungguh ujian ini.. Melihat anak saudaraku yang manja denganku, yang ringan tulang dan sentiasa membantu ibunya, yang sensitif,periang,bertanggungjawab meskipun baru berumur 14tahun.

Aku bersama-sama,kakak dan makcik2 yang lain menemani jenazah dengan Surah Yassin, Surah Fatihah yang entah berapa kali aku pun tak mampu mengingatinya serta tahlil semampu diriku..

Pagi yang begitu tenang disertai awan yang berkepul-kepul seakan mengiringi kesedihan kami sekeluarga. Aku berserta abang-abangku yang lain serta ayah dan abang arwah memandikan jenazah.Hiba sungguh melihat sekujur tubuh yang pernah bergurau senda denganku, yang pandai mengambil hati orang yang lebih tua, yang suka membuat lawak kini seakan tidur tak mampu berbicara selamanya.Selepas itu dikapankan dan disediakan untuk disembahyangkan. Ramai sungguh orang diruang tamu itu apalagi yang berada diluar rumah.Selesai disembahyangkan diberi penghormatan terakhir untuk sesiapa yang ingin mengucup wajahnya buat kali terakhir..seorang demi seorang kakak dan abang-abang serta ayah,neneknya dan ibunya.Ayahku amat sedih dan hampa sewaktu mengucup pipinya.Tiba disaat aku mengucup pipi dan dahinya..sebak yang teramat dan nafas yang tersekat aku menahan air mata dari jatuh.. "Angah..ini kali terakhir acik dapat cium pipi angah tau..Lepas nih acik tak dapat nak cium pipi angah dan manja-manja ngan angah lagi.."

Aku bersama abg-abg serta saudaraku sama-sama menggangkat jenazah dan menghantar diperkuburan kg api api. Saat yang sukar itu aku gagahi juga...Satu persatu tanah dijatuhkan diatas keranda dan terus menerus tanah menutupinya.Talkin dibacakan untuknya dan peringatan untuk kita yang masih hidup!. Aku hanya mampu mengagahi tubuhnya dengan qudratNYA. tubuhku longlai tak bertenaga dan emosiku terganggu.

Buat Along...
"Along...dulu along berdua, Angah yang rajin tolong mak, rajin wat kerja cari duit. Selalu dok umah temankan mak.Walaupun dah 14 tahun pun tido bawah ketiak mak lagi. Skang dia dah takde. Along pula kena lebih bertanggungjawab dalam keluarga.Tolong mak ngan abah.Jangan biar mak sorang-sorang kat umah.Kalau siang tu jangan kuar lama-lama sampai maghrib macam dulu gi mancing ke gagau ikan ke jerat ayam utan lagi. Hari-hari kirim fatihah kat angah..kalau teringat je terus kirim fatihah. Itu je yang dapat kita buat. Dikenang-kenang pun tak dapat buat apa lagi.Al-Fatihah je kiriman kita buat dia long" Nasihatku pada anak saudaraku yang sulung,Along. Mereka cuma 2 beradik.Pergi seorang tinggallah seorang.

Buat angah...
"Angah, Acik doakan moga Allah mencucuri rahmat keatas angah.Semoga angah dapat syafaat Nabi Muhammad s.a.w diakhirat kelak.Acik hanya mampu kirim fatihah buat angah dialam sana. Acik dah tak dapat nak bagi angah pinjam PS/2 acik lagi..Tak dapat bawak angah gi pasar malam dan pasar ramadhan lagi macam dulu. Acik tak dapat nak makan ramai-ramai sama ngan angah, wat lawak, gi mancing kat laut kat parit, gagau ikan puyu,ikan haruan,ikan keli masa parit kering nanti.Acik pasrah...dan redha atas ketentuan ini..Acik sayang angah...dunia akhirat!

Khususan ya ruhi muhammad Halif bin Safaruddin...Alfatihah....

Khamis, 25 Mac 2010

Siapa AKU???

Ironinya AKU

Siapa aku?
Siapa Aku?
Siapa AKU?

Mengapa tidak saya?
Mengapa tidak ana?
Dan bermacam lagi istilah gantinama bagi merujuk kepada orang yang berkata tentang dirinya.

Mengapa ‘AKU’ dikatakan oleh sesetengah masyarakat sebagai gantinama yang kurang sopan,kurang ajar bila disebutkan? Mengapa masyarakat lebih suka menggunakan kata ‘saya’, akan tetapi mengapa dalam bahasa inggeris hanya menggunakan ‘I’ sahaja dalam bicara mereka.Hanya 1 huruf mewakili gantinama bagi merujuk kepada yang berbicara.

Aneh bukan?...

Sedangkan dalam ibadah seperti solat, ketika berdoa, ketika mengucap syahadah ,puasa dan semua yang berkaitan antara diri kita dan Allah maka kita menggunakan perkataan ‘Aku’.Mengapa sesetengah masyarakat tidak mengariskan perkara ini sebagai kurang sopan atau kurang ajar terhadap Allah? Mengapa dalam niat kita berpuasa “ Sahaja aku berpuasa esok hari dalam bulan Ramadhan kerana Allah Ta’ala” atau “Sahaja Aku sembahyang fardhu subuh dua rakaat tunai kerana Allah Ta’ala atau “Aku bersaksi bahawa tiada tuhan melainkan Allah dan Aku bersaksi bahawa nabi muhamad itu pesuruh Allah”
Cuba kita ganti gantinama ‘Aku’ kepada “Saya” . Maka akan menjadi “Sahaja saya berpuasa esok hari dalam bulan ramadhan kerana Allah Ta’ala atau “Sahaja saya sembahyang fardhu subuh dua rakaat tunai kerana Allah Ta’ala”.

Adakah anda dapat rasakan ayat tersebut pelik? Janggal sungguh rasanya menggunakan gantinama ‘saya’ kan? Mengapa ia terasa begitu pelik atau janggal atau rasa kekurangan dengan contoh diatas? Apakah dapat kita tafsirkan?

Mengapa dalam perbualan bersama rakan2 karib, atau rakan2 yang secocok dengan kita, maka kita akan lebih selesa menggunakan perkataan “Aku’ selain ‘saya’. Adakah rakan karib kita akan berasa selesa jika kita menggunakan ‘saya’? Contoh; “ Assalamualaikum Mat! Apa khabar Mat? Lama dah saya tak jumpa anda. Apa anda buat selama ni? Kerja dimana?”
Bagaimana agaknya perasaan sahabat karib kita jika kita berbicara demikian? Silap-silap ketawa dia terguling-guling melihat kita bersikap canggung sebegitu atau terpinga-pinga cuba meneliti apakah kita ini benar-benar sahabat karibnya. Ditambah dengan penggunaan “Anda” yang menggantikan perkataan “kau”.Sememangnya pelik bukan? Mengapa dikatakan tidak pelik dan dianggap sopan jika menggunakan perkataan “Saya” “Awak” terhadap orang yang baru dikenali atau tidak rapat?

Gantinama “Kau” atau “Engkau” juga menerima nasib yang sama.Dikatakan sebagai kurang sopan bila digunakan.Walhal dalam ibadah seperti berdoa ; “ Ya Allah, Engkaulah yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui, Aku pohon keredhaanMU dalam pekerjaanku ini” Mengapa ketika kita dengan Allah boleh menggunakan gantinama “Aku” dan “Engkau”? bukannya “Saya” atau “awak”?

Tetapi jika kita berhadapan dengan orang yang lebih tua,lebih tinggi gelaran pangkatnya seperti Menteri, Dato’ Tun, Dr. Dan bermacam-macam pangkat lagi dan yang mempunyai kuasa; adakah kita boleh menggunakan perkataan “Aku” , “Engkau” atau “Awak”? Silap-silap kita dihalau keluar dan dikatakan kurang ajar atau biadap terhadap mereka yang berpangkat,berkuasa mahupun yang lebih tua dan yang dihormati.

Persoalannya...Mengapa mereka yang lebih tua,lebih tinggi gelaran pangkat dan kuasanya tidak menggunakan gantinama “Aku”, “Engkau” atau “Awak”? Antara Jawapannya, kita masyarakat melayu kaya budi bahasa menghormati yang lebih tua,lebih tinggi gelaran pangkat atau kuasa maka dipanggil dengan nama gelaran tersebut.
Maka persoalannya disini? Mengapa bila kita berhadapan dengan individu ini kita tidak boleh menggunakan perkataan “Aku”atau ”Engkau” tetapi dibolehkan ketika kita ‘berhadapan’ dengan Allah S.W.T? bukankah jika difikirkan dari segi logik dan ideologi masyarakat yang mengatakan perkataan “aku” dan engkau berbunyi kurang sopan atau kurang ajar.Apakah kita bersikap kurang ajar terhadap Tuhan yang mencipta kita?

Remeh bukan bila difikirkan bukan? 

Hakikatnya terdapat rahsia disebalik “Aku”

Bila difikirkan lagi secara lebih mendalam dan menyeluruh. “Aku” terpecah kepada beberapa aspek.
Aspek yang mana kita maksudkan sebenarnya? Keakuan? Aku yang jasmani? Atau Aku yang roh? Atau “Aku” yang mana???

Jika kita melihat dari perspektif falsafah kesufian maka timbullah jawapannya akan terdapat 56 penjelasan berkenaan dengan Siapa “Aku” yang dicari selama ini. Mengapa terdapat dalam falsafah kesufian bukan dalam pelajaran bahasa atau tatabahasa itu sendiri? Itulah rahsianya....

Apa 56 Penjelasan tersebut? Hmmm.. Oleh kerana ia melibatkan falsafah kesufian yang agak mengundang kekeliruan orang awam yang berlandaskan logik akal maka silalah yang berminat emailkan email tuan-tuan di dalam comment.

Isnin, 22 Mac 2010

Antara Mukjizat Rasulullah S.A.W



MISTERI TERBELAHNYA BULAN.






Allah SWT berfirman: "Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah
terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)"

Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar,
salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari
surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ? Maka Prof. Dr. Zaghlul
Al-Najar menjawabnya sebagai berikut :

Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu,
saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para
peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan
muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah
dari Al-Qur'an.
Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, "Wahai
Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi "Telah dekat hari qiamat dan
bulan pun telah terbelah" mengandung mukjizat secara ilmiah ? Maka saya
menjawabnya: "Tidak, sebab kehebatan ilmiah dapat diterangkan oleh ilmu
pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan oleh ilmu
pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya
bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad
shallallahu 'alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan
kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan mukjizat yang kelihatan,
maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai
hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah
SAW, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal
itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur'an dan
sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah
ta'alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu".
Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah SAW
membelah bulan. Kisah itu adalah di masa sebelum hijrah dari Mekah
Al-Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, "Wahai Muhammad,
kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu
kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan
mengolok-olok)?" Rasulullah bertanya, "Apa yang kalian inginkan ?" Mereka
menjawab: "Coba belahlah bulan ..." Maka Rasulullah SAW pun berdiri dan
terdiam, lalu berdoa kepada Allah SWT agar menolongnya. Maka Allah SWT
memberitahu Muhammad SAW agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Rasulullah
pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulan itu dengan
sebenar-benarnya. Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berujar,
"Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!".
Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja
"menyihir" orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang
yang tidak ada ditempat itu. Mereka lantas menunggu-nunggu orang-orang yang
akan pulang dari perjalanan. Orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar
batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan
ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah,
maka orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah kalian melihat sesuatu yang
aneh dengan bulan?". Mereka menjawab, "Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu
kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya
kemudian bersatu kembali...!!!". Maka sebagian mereka pun beriman, dan
sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah
menurunkan ayat-Nya: "Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah
bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi
berpaling seraya berkata, "Ini adalah sihir yang terus-menerus", dan mereka
mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan
benar-benar telah tetap ....." sampai akhir surat Al-Qamar.
"Ini adalah kisah nyata", demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan
setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut,
berdirilah seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya
berkata, "Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai
tuan, bolehkah aku menambahkan?" Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab:
"Dipersilahkan dengan senang hati." Daud Musa Pitkhok berkata, "Aku pernah
meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa
muslim menunjukiku sebuah terjemah makna-makna Al-Qur'an yang mulia. Maka,
aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke
rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur'an itu di rumah, maka
surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya:
"Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah......." Maka aku pun
bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal?? Apakah mungkin bulan bisa terbelah
kemudian bersatu kembali??
Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu??? Maka, aku pun
menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri
dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah-lah Yang Maha Tahu
tentang tingkat keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran. Maka aku pun
suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi
hangat antara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS.
Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu
besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa. Dan diantara diskusi
tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakiknya di bulan,
dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak
kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget
dan berkata, "Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS
hanya untuk bisa mendarat di bulan?" Mereka pun menjawab, "Tidak, ..!!!
Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi
kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami
pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana
lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan
memberikan dana itu kepada siapapun. Maka presenter itu pun bertanya,
"Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya?"
Mereka menjawab, "Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari
dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!!" Presenter pun bertanya,
"Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?" Mereka menjawab, "Kami mendapati
secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan
sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi
untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, "Hal ini tidak mungkin telah
terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali".
Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, "Maka aku
pun turun dari kursi dan berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah
terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang
lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang
begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran
muslimin !!!!"".
Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah ... (aku pun bergumam), "Maka,
aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur'an dan aku baca surat Al-Qamar,
dan... saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.
Diterjemahkan oleh: Abu Muhammad ibn Shadiq
ISLAM ADALAH RAHMATAN LIL'AALAMIIN
Sebarkan kepada kaum muslimin dan muslimat yg anda kenal... Sungguh suatu
pencarahan yg bermanfaat bagi kita semua...alhamdulillah.

Sambutan Maulidur Rasul 1431Hijrah

Acapkali kita menyambut Maulidur Rasul. Bagi Memperingati tarikh kelahiran Rasulullah S.A.W. Atas dasar apa kita memperingatinya? Maksud saya bagaimana kita mahu memperingati Rasul Akhir zaman yang telah wafat lebih kurang 1400 tahun yang lalu dengan sebaik-baiknya dan seharus-harusnya kita.

Sejauh mana kita KENAL,TAHU dan FAHAM siapakah Nabi Muhammad S.A.W. Dibawah ini dapatkan beberapa info berkenaan ciri-ciri baginda.Cukuplah sekadar info-info yang menggambarkan perihal baginda s.a.w bukannya gambar baginda s.a.w .Semoga kita lebih mengenali,tahu dan faham siapakah dia Rasul Akhir zaman yang kita cintai itu dengan sebaik-baiknya.


KENALI NABI MUHAMMAD S.A.W. SECARA LAHIRIAH



Begitu indahnya sifat fizikal Baginda, sehinggakan orang ulama Yahudi yang
pada pertama kalinya bersua muka dengan Baginda lantas melafazkan keislaman
dan mengaku akan kebenaran apa yang disampaikan oleh Baginda.

Di antara kata-kata apresiasi para sahabat ialah :
- Aku belum pernah melihat lelaki yang sekacak Rasulullah.
- Aku melihat cahaya dari lidahnya..
- Seandainya kamu melihat Baginda, seolah-olah kamu melihat matahari terbit.
- Rasulullah jauh lebih cantik dari sinaran bulan.
- Rasulullah umpama matahari yang bersinar.
- Aku belum pernah melihat lelaki setampan Rasulullah.
- Apabila Rasulullah berasa gembira, wajahnya bercahaya spt bulan purnama.
- Kali pertama memandangnya sudah pasti akan terpesona.
- Wajahnya tidak bulat tetapi lebih cenderung kepada bulat.
- Wajahnya seperti bulan purnama.
- Dahi baginda luas, raut kening tebal, terpisah ditengahnya.
- Urat darah kelihatan di antara dua kening dan nampak semakin jelas semasa
marah.
- Mata baginda hitam,dengan bulu mata yang panjang.
- Garis-garis merah di bahagian putih mata, luas kelopaknya, kebiruan asli di
bahagian sudut.
- Hidungnya agak mancung, bercahaya penuh misteri, kelihatan luas sekali pertama
kali melihatnya.
- Mulut baginda sederhana luas dan cantik.
- Giginya kecil dan bercahaya, indah tersusun, renggang di bahagian depan.
- Apabila berkata-kata, cahaya kelihatan memancar dari giginya.
- Janggutnya penuh dan tebal menawan.
- Lehernya kecil dan panjang, terbentuk dengan cantik seperti arca Warna lehernya
putih seperti perak sangat indah.
- Kepalanya besar tapi terlalu elok bentuknya.
- Rambutnya sedikit ikal.
- Rambutnya tebal kdg-kdg menyentuh pangkal telinga dan kdg-kdg mencecah
bahu tapi disisir rapi.
- Rambutnya terbelah di tengah.
- Di tubuhnya tidak banyak rambut kecuali satu garisan rambut menganjur
dari dada ke pusat.
- Dadanya bidang dan selaras dgn perut. Luas bidang antara kedua bahunya lebih
drpd biasa.
- Seimbang antara kedua bahunya.
- Pergelangan tangannya lebar, lebar tapak tangannya, jarinya juga besar dan
tersusun dgn cantik.
- Tapak tangannya bagaikan sutera yang lembut.
- Perut betisnya tidak lembut tetapi cantik. Kakinya berisi tapak kakinya
terlalu licin sehingga tidak melekat air.
- Terlalu sedikit daging di bahagian tumit kakinya.
- Warna kulitnya tidak putih spt kapur atau coklat tapi campuran coklat dan putih.
- Warna putihnya lebih banyak.
- Warna kulit baginda putih kemerah-merahan.
- Warna kulitnya putih tapi sihat.
- Kulitnya putih lagi bercahaya.
- Binaan badannya sempurna, tulang-temulangnya besar dan kukuh.
- Badannya tidak gemuk.
- Badannya tidak tinggi dan tidak pula rendah, kecil tapi berukuran
sederhana lagi kacak.
- Perutnya tidak buncit.
- Badannya cenderung kepada tinggi,semasa berada di kalangan org ramai
baginda kelihatan lebih tinggi drpd mereka.

KESIMPULANNYA :

Nabi Muhammad s.a.w adalah manusia agung yang ideal dan sebaik-baik contoh
sepanjang zaman.

Semulia-mulia insan di dunia...

Untuk mengingatkan kita...

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
"Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,
"Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan
menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah
membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"."Tak
tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,"tutur
Fatimah
lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang
menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak
dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara,
dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata
Rasulullah,
Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril
tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang
sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah
dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan
Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit
telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. Semua surga terbuka lebar
menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan
Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan
kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul
Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan surga
bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata
Jibril. Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan
ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh,
urat-urat lehernya menegang."Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya
menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau
melihatku, hingga kau palingkan wajahmu
Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang
sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar
kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan
lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini
kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan
dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali
segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat
aimaanukum - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di
antaramu." Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling
berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali
mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii,
ummatii, ummatiii!" - "Umatku, umatku, umatku"

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini,
mampukah kita mencintai sepertinya? Allaahumma sholli 'alaa Muhammad
wa'alaihi wasahbihi wasallim. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

Nota :

Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk
mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan RasulNya mencintai kita.
Kerana sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka. Amin...

Usah gelisah apabila dibenci manusia kerana masih banyak yang menyayangimu
di dunia, tapi gelisahlah apabila dibenci Allah kerana tiada lagi yang
mengasihmu di akhirat kelak

Sabtu, 20 Februari 2010

Tahun Adam?

Kunjungan ke sebuah blog yang menyatakan perihal tahun adam ini.tapi sangat tidak keingatan pada laman web tersebut.Tetapi berikut dinyatakan akan perihalnya.


nabi adam wafat 1000thn adam
nabi nuh lahir 3000thn adam -5030sm
wafat 3950thn - 4050sm
nabi ibrahim lahir 6090 ta
nabi isa lahir 8030ta - 1 masihi
nabi muhammad lahir 8601TA -571M
tahun 2006 =10,036 tahun adam
Sekarang 2010=10,040 tahun adam.

Sabtu, 13 Februari 2010

Cari Aku disini!





Aku disini
Masih lagi disini
sambil berpijak dilautan membiru
bertatahkan awan berarak membiru
disinari terik mentari
membakar segenap kulit

Sungguh
melihat sesuatu dengan sesuatu
melihat dalam sesuatu dengan sesuatu
melihat luar sesuatu dengan sesuatu
melihat dari sesuatu dengan sesuatu
melihat pada sesuatu dengan sesuatu

Tabir itu terhijab berlapis
terbias satu persatu dengan masa
dengan rahsia
hanya PadaMU aku berserah
dengan ilmuMU aku berfikir
dengan ilmuMU aku memahami
dengan ilmuMU aku bergerak

melihat pada Af'alMU
melihat pada SifatMU
melihat pada ZatMU
dengan mataku yang buta
cuma dengan PetunjukMU semua ini berlaku
Sungguh tak tertafsir dengan anggota
terpana membeku tak berupaya

Sungguh hakikatnya aku ini tiada
begitu jua kamu,dia mahupun mereka
segalanya yang terpandang mahupun tidak jua tiada
Hanyalah DIA yg ada

Segala Perbuatan adalah DariNYA
yang terlihat mahupun sembunyi
tak terlepas dari pengetahuanNYA
walau sebelum terjadi
sebelum detik membetik disanubari
tak terlepas olehNYA

Telah tercatat di Loh Mahfuz
Siapa aku siapa engkau siapa mereka
Cukupkah dengan merasa diri cukup dengan apa yang ada
atau berusaha untuk memperoleh sebalikNYA?

.Noktah .

Melihat ke atas ke bawah
Melihat dari bawah ke atas

"Terkadang ada yang berfikir sudah menghampiriKU,walhal mereka jauh dan menjauhiku
maka terbiarlah mereka-mereka itu dibuai oleh perasaan mereka itu dengan
khilafnya"

"Wahai Tuhan yang membalik-balikkan hati hambaMU. Aku memohon agar tidak diterbalikkan hatiKU sesudah KAU berikan petunjuk padaku. Pimpinlah aku selalu dengan ilmuMU. Ajari aku dengan ilmuMU.Supaya aku lebih mengerti semua yang aku harus dimengertikan dan aku harus memahami apa yang aku harus fahamkan dan aku perbuat apa yang harus aku perbuatkan."