Jumaat, 24 Ogos 2012

Salam 'Eidulfitri 1433H


Bismillahirrohmanirrohim...

Salam Kemaafan dariku... sungguh kehidupan ini sgt memeritkan hatta menyakitkan... andai kematian itu milikku nescaya sudahku dahului untuk kembali kepadaNYA...namun kematianku  itu milikNYA... apakah begitu mudah untuk aku mengaku kalah dan berputus asa padaNYA? Astagfirullahiladzimm... mengapa harus aku bermuram durja dgn kurniaan ujian dan dugaanNYA?

Bersabarlah dgn penuh ketakwaan...keyakinan yg putus...agar hatimu tenang... setenang air yg mengalir dikali... yg tetap sabar menangguk setiap kekotoran padanya untuk dialirkan kemuara.. Usah kau berputus asa akan rahmatNYA... biarkan segala-galaNYA mengikut ketentuan dan kehendakNYA.. Siapa aku tuk bicara kerna AKU lah Yang Maha Pengatur lg Maha Bijaksana dalam PerancanganKU.

Namun , aku bukanlah sapa-siapa..hanya sekadar hambanya yg melukut ditepian mengharapkan rahmat kasih dan sayangNYA.. aku tak pernah lari dari kesilapan..dan dosa...perjalananku masih panjang...kerna bagiku dunia masih ada disitu... selayaknya aku perlukan keduanya...

Aku masih tak mampu menerjah emosi... runtunan perasaan yg seringkali bergejolak...terkadang memuntahkan lahar kemarahan... terpacul lahar memercik disegenap ruang alam.. Maafkan aku , kerna aku tak mampu tuk meraut mata busar setajam senjata menghunus musuh...

aku tertakluk pd keadaaan, ruang dan masa. peraturan alam dan ketentuan qada dan qadar , serta pukulan emosi dlm jajahan takluk persekitaran.. Janji yg ditabur terkadang terpaksa ku mungkir.... mana mungkin kita bersukaria dgn kemungkiran itu kerna ia sudah mencerminkan diriku...namun apakan daya... itu merupakan kelemahan dan keburukan dariku..aku akur dgn segala yg datang kepadaku..dari diriku...

Sungguhpun keraian yg dijanjikan itu tiba, aku meraikan dgn titisan air mata... mengenangkan Ramadhan kasihku meninggalkan ku..dimana aku harus berhadapan dgn segala macam perkara..selepas kepergiannya...
sungguhpun aku tidak meraikan bersama2 semua... bertemankan titisan demi titisan air mata.. merindukan peluk cium ibu tercinta... aku bersyukur kehadirannya menenangkanku...usahlah mak sedih... itu suratan diriku..aku pasrah...dan mengharapkan rahmat dariNYA... nantikan anakmu ini kembali padamu suatu saat nanti...mak nantikan anakmu ini... biarlah zahirmu tidak dapat ku paut , biarlah dlm kegelapan malam itu aku memeluk mak...dlm dakapan yg penuh kasih dan sayangmu...

sepertimana ibuku...aku amat merindui nendaku... aku disini teramat lama.. dimanakah nendaku... turunlah dipersada... aku amat merinduimu... aku amat merinduimu... sungguh perit tanggunganku ini..
berikanlah semangat wahai nendaku... kemarilah padaku... kerna aku tak mampu menggapaimu... tak mampu tuk memelukmu... wajahku yg aneh ini sering ditertawakan oleh mereka-mereka... ingin saja aku berada bersamamu kembali dipersada seperti mana dulu...namun udah tugasku disini... aku akur dan pasrah...aku akan terus terusan menjelajah alam ini dengan ketulusan dan keikhlasan setara yg tertulis.
moga ALLAH SWT memberiku kekuatan dan kekentalan hati dalam meneruskan saki-baki kehidupanku...

Sungguh, Eidulfitri kali ini, bukanlah kemenangan berpuasa menawan lapar dan dahaga sahaja..malahan kemenangan emosi yg mengganas bak singa lapar itu yg mengganas segenap segi itu agar bisa ditenangkan ...
Kau , aku dan dirinya... tetap satu... kembalikan kagebunsin no jitsu itu kembali padaku yg sebenar... resapi ilmu dari kesemuanya..nnti kau akan faham keberadaan itu... nantikan saudaraku yg berempat itu... persiapkan olehmu wahai jiwa2 yang berlari...

wallahu a'lam...

Allah hu Akhbar...Allah... hu  Akhbar...Allah..hu Akhbar
La illaha illallah....
Amin..