Sabtu, 16 Februari 2013

Lautan Asmaraku...



Bila mentari melabuhkan sinarnya
akukah atau siapa yg melayarkan bahtera
perahuku masih bergerak
tanpa angin cuma alun sang air
melagukan lagu geloranya

apakah mau ku sangsikan
bilamana kenyataan keberlangsungan
telah termatri kemas
berjahitkan sulaman kesempurnaan
tanpa perlu ada dakwaan
tanpa perlu ada bukti
meskipun tidak ternyata jelas
dipandangan yg penuh lumpur

apakah aku yang menafi
atau engkau yg masih enggan menyelami
hatta kenyataan yg terpancar
melewati pancaran mentari
panas dan membakar akan kebenaran itu
hinggakan tak bisa kau tepis..

mengapa perlu berselindung
pada gelapnya malam
sedangkan malam itu
jelas terbentang akan diriNYA
dalam keghaiban kegelapan
meskipun tanpa bulan dan bintang
tetaplah DIA tiada lainNYA

usahlah kau semaikan
butiran-butiran kesangsian
usahlah ku ceruni tangga2 persoalan
yg memungkinkan kau tergelincir oleh kata
dan perilakumu sendiri
kerna memperihalkan tentangNYA
amat abstrak dan seni
dialah Yang Awal dan Dialah yang Akhir
meskipun kau berada dinoktah
perhentian yang tiada bersempadan

pun begitu
aku lega dan penuh syukurku
kerna Aku memimpin aku
keserata kehendakNYA
tanpa perlu ku buktikan segala
tanpa perlu ku bersusah payah
meskipun engkau juga mengusulkan
untuk membuktikan persoalanmu
namun tetap ku tersenyum
kerna engkau jualah yg berselindung
dibalik sangkaan dan telahan itu

biarlah aku dlm kenikmatan itu
sehingga keinginanmu menggangkatku
dipersana kemahuan dirimu
keserata alam yg memanjikan persadannya

Ahhhhh
lautan asmaraku membuakkan kenikmatan
kekenyangan yg tak perlu ku suap
menenggelamkan aku dalam lautan kanzulmu
bahral qudramu itu satu
kesanggupan yg resmi
menjalin wajah warna pelangi
menitihkan jalinan warna keghaiban asli
akan wujudmu ilahi....

Tandus tak bersari
memaparkan wajah keluhuran nan asli
semakin memudarkan wajah-wajah sandaran
menerbitkan satu-satunya
wajah keesaan
akan diriMU


aminn...