Sabtu, 2 Ogos 2008

Akukah itu?

Aku
kesiangan lagi
tiada malam
yang ada hanya siang
meskipun lelapku itu hanya
dambaan lurah sepi
dingin dan mendinginkan
kering dan mengeringkan

Aku
berkedipan antara waktu
mengira saat keberadaanku
apa...bagaimana..bila...
diantara siang dan malam ada serpihan
memungkinkan aku melihat ia terbenam
hitam pekat ia kan datang
andai tiada rembulan dan bintang
terpaku aku dibingkai hati
mencari erti hakiki
yang terkerah dan berserah
berintipati gula nan merah
labu sayong berisikan nanah
ahhh..... biarkan aku lontar ia jauh
agar aku tidak tersentuh
melara yang sudah
agar menjadi semula indah

Aku
terpisah antara waktu
siang dan malam tika beradu
bergantikan sulam dunia palsu
oleh penceritera berdomba syahdu
alang keparat ia disitu
mememek muka bertawa sendu
Mengapa tiada hambatan jiwa
agar datang berkecai ia
dari yang membatu
itu kau atau aku?
cukup kau
bkn
aku

Tiada ulasan: