Jumaat, 20 Jun 2008

Kedatangan Warga-warga Arab Menyebarkan Islam di Nusantara

Warga-warga Arab di Indonesia


Dalam dunia islam, baik dari sunni mapun syiah, di arab maupun di luar arab, bertarikat ataupun tidak, dikenal dengan adanya golongan-golongan yang mengaku sebagai ahlul bayt, atau sebagai keturunan nabi. Dengan berbagai silsilah yang dinyatakan sebagai yang paling valid atau benar, mereka banyak yang diagung-agungkan oleh ummat. Dalam sejarah Hejaz, keturunan nabi ini hingga abad ke-20 memegang peranan penting dalam pemerintahan arab bahkan setelah keruntuhan Turki. Semenjak masa-masa sebelumnya mereka ini mendapat tempat khusus dimata penduduk Hejaz. Mereka dibaiat menjadi penguasa dan imam serta pelindung tanah suci,

Dalam tatanan Hejaz, mereka diberikan sebutan Syarif untuk laki-laki dan Syarifah untuk perempuan. Sedangkan diluar Hejaz, dari beberapa golongan ada yang memberikan title Sayyid dan Sayyidah, atau juga dengan sebutan Habaib, dan lain sebagainya untuk memberikan satu tanda bahwa mereka yang diberikan titlr ini dianggap masih memiliki kaitan darah dengan nabi Muhammad saw.

Rabithah Alawiyah :: dalam artikel onlinenya, menyatakan bahwa menurut Sayyid Muhammad Ahmad al-Syatri dalam bukunya Sirah al-Salaf Min Bani Alawi al-Husainiyyin, para salaf kaum ‘Alawi di Hadramaut dibagi menjadi empat tahap yang masing-masing tahap mempunyai gelar tersendiri. Gelar yang diberikan oleh masyarakat Hadramaut kepada tokoh-tokoh besar Alawiyin ialah :

IMAM (dari abad III H sampai abad VII H). Tahap ini ditandai perjuangan keras Ahmad al-Muhajir dan keluarganya untuk menghadapi kaum khariji. Menjelang akhir abad 12 keturunan Ahmad al-Muhajir tinggal beberapa orang saja. Pada tahap ini tokoh-tokohnya adalah Imam Ahmad al-Muhajir, Imam Ubaidillah, Imam Alwi bin Ubaidillah, Bashri, Jadid, Imam Salim bin Bashri.

SYAIKH (dari abad VII H sampai abad XI H). Tahapan ini dimulai dengan munculnya Muhammad al-Faqih al-Muqaddam yang ditandai dengan berkembangnya tasawuf, bidang perekonomian dan mulai berkembangnya jumlah keturunan al-Muhajir. Pada masa ini terdapat beberapa tokoh besar seperti Muhammad al-Faqih al-Muqaddam sendiri. Ia lahir, dibesarkan dan wafat di Tarim.

HABIB (dari pertengahan abad XI sampai abad XIV). Tahap ini ditandai dengan mulai membanjirnya hijrah kaum ‘Alawi keluar Hadramaut. Dan di antara mereka ada yang mendirikan kerajaan atau kesultanan yang peninggalannya masih dapat disaksikan hingga kini, di antaranya kerajaan Alaydrus di Surrat (India), kesultanan al-Qadri di kepulauan Komoro dan Pontianak, al-Syahab di Siak dan Bafaqih di Filipina. Tokoh utama ‘Alawi masa ini adalah Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad yang mempunyai daya pikir, daya ingat dan kemampuan menghafalnya yang luar biasa, juga terdapat Habib Abdurahman bin Abdullah Bilfaqih, Habib Muhsin bin Alwi al-Saqqaf, Habib Husain bin syaikh Abu Bakar bin Salim, Habib Hasan bin Soleh al-Bahar, Habib Ahmad bin Zein al-Habsyi.

SAYYID (mulai dari awal abad XIV ). Tahap ini ditandai kemunduran kecermelangan kaum ‘Alawi. Di antara para tokoh tahap ini ialah Imam Ali bin Muhammad al-Habsyi, Imam Ahmad bin Hasan al-Attas, Allamah Abu Bakar bin Abdurahman Syahab, Habib Muhammad bin Thahir al-Haddad, Habib Husain bin Hamid al-Muhdhar. Sejarawan Hadramaut Muhammad Bamuthrif mengatakan bahwa Alawiyin atau qabilah Ba’alawi dianggap qabilah yang terbesar jumlahnya di Hadramaut dan yang paling banyak hijrah ke Asia dan Afrika. Qabilah Alawiyin di Hadramaut dianggap orang Yaman karena mereka tidak berkumpul kecuali di Yaman dan sebelumnya tidak terkenal di luar Yaman.

Jauh sebelum itu, yaitu pada abad-abad pertama hijriah julukan Alawi digunakan oleh setiap orang yang bernasab kepada Imam Ali bin Abi Thalib, baik nasab atau keturunan dalam arti yang sesungguhnya maupun dalam arti persahabatan akrab. Kemudian sebutan itu (Alawi) hanya khusus berlaku bagi anak cucu keturunan Imam al-Hasan dan Imam al-Husein. Dalam perjalanan waktu berabad-abad akhirnya sebutan Alawi hanya berlaku bagi anak cucu keturunan Imam Alwi bin Ubaidillah. Alwi adalah anak pertama dari cucu-cucu Imam Ahmad bin Isa yang lahir di Hadramaut. Keturunan Ahmad bin Isa yang menetap di Hadramaut ini dinamakan Alawiyin diambil dari nama cucu beliau Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad bin Isa yang dimakamkan di kota Sumul.

Kaum Arab, terutama yang beragama islam telah sejak berabad lamanya melakukan perniagaan dengan berbagai negara didunia, yang selanjutnya menciptakan jalur-jalur perdagangan dan komunitas-komunitas Arab baru diberbagai negara. Dalam berbagai sejarah dinyatakan bahwa kaum Arab yang datang ke Indonesia merupakan koloni Arab dari daerah sekitar Yaman dan Persia. Namun, yang dinyatakan berperan paling penting dan ini diperlihatkan dengan jenis madhab yang ada di Indonesia, dimungkinkan adalah dari Hadramaut. Dan orang-orang Hadramaut ini diperkirakan telah sampai ke Indonesia semenjak abad pertengahan (abad ke-13) sesudah adanya huru-hara di Baghdad.

Secara umum, tujuan awal kedatangan mereka adalah untuk berdagang sekaligus berdakwah, dan kemudian berangsur-angsur mulai menetap dan berkeluarga dengan masyarakat setempat. Dari mereka inilah kemudian muncul banyak tokoh dakwah yang termaktub dalam team Walisongo dan banyak tokoh dakwah islam hingga masa sekarang. Walaupun masih ada pendapat lain seperti menyebut dari Samarkand (Asia Tengah), Champa atau tempat lainnya, tampaknya itu semua adalah jalur penyebaran para Mubaligh dari Hadramawt yang sebagian besarnya adalah kaum Sayyid (Syarif). Beberapa buktinya (no 1 dan 2) adalah sebagian dari yang telah dikumpulkan oleh penulis Muhammad Al Baqir dalam Thariqah Menuju Kebahagiaan:

  1. L.W.C Van Den Berg dalam bukunya Le Hadramawt et Les Colonies Arabes dans l’Archipel Indien (1886) mengatakan:”Adapun hasil nyata dalam penyiaran agama Islam (ke Indonesia) adalah dari orang-orang Sayyid Syarif. Dengan perantaraan mereka agama Islam tersiar diantara raja-raja Hindu di Jawa dan lainnya. Selain dari mereka ini, walaupun ada juga suku-suku lain Hadramawt (yang bukan golongan Sayyid Syarif), tetapi mereka ini tidak meninggalkan pengaruh sebesar itu. Hal ini disebabkan mereka (yakni kaum Sayyid Syarif Hadramaut) adalah keturunan dari tokoh pembawa Islam (Nabi Muhammad SAW).”
  2. Dalam buku yang sama hal 192-204, Van Den Berg menulis:”Pada abad XV, di Jawa sudah terdapat penduduk bangsa Arab atau keturunannya, yaitu sesudah masa kerajaan Majapahit yang kuat itu. Orang-orang Arab bercampul-gaul dengan penduduk, dan sebagian mereka mempuyai jabatan-jabatan tinggi. Mereka terikat dengan pergaulan dan kekeluargaan tingkat atasan. Rupanya pembesar-pembesar Hindu di kepulauan Hindia telah terpengaruh oleh sifat-sifat keahlian Arab, oleh karena sebagian besar mereka berketurunan pendiri Islam (Nabi Muhammad SAW). Orang-orang Arab Hadramawt membawa kepada orang-orang Hindu pikiran baru yang diteruskan oleh peranakan-peranakan Arab mengikuti jejak nenek moyangnya.” Perhatikanlah tulisan Van Den Berg ini yang spesifik menyebut abad XV, yang merupakan abad spesifik kedatangan dan / atau kelahiran sebagian besar Wali Songo di pulau Jawa. Abad XV ini jauh lebih awal dari abad XVIII yang merupakan kedatangan kaum Hadramawt gelombang berikutnya yaitu mereka yang sekarang kita kenal bermarga Assegaf, Al Habsyi, Al Hadad, Alaydrus, Alatas, Al Jufri, Syihab, Syahab dan banyak marga hadramawt lainnya.
  3. Hingga saat ini Umat Islam di Hadramawt bermadzhab Syafi’ie sama seperti mayoritas di Ceylon, pesisir India Barat (Gujarat dan Malabar), Malaysia dan Indonesia. Sedangkan Uzbekistan dan seluruh Asia Tengah, kemudian Pakistan dan India pedalaman (non-pesisir) mayoritasnya bermadzhab Hanafi.
  4. Bahasa para pedagang Muslim yang datang ke Asia Tenggara (utamanya Malaka dan Nusantara) dinamakan bahasa Malay (Melayu) karena para pedagang dan Mubaligh yang datang di abad 14-15 sebagian besar datang dari pesisir India Barat yaitu Gujarat dan Malabar, yang mana orang-orang Malabar (sekarang termasuk neg. bagian Kerala) mempunyai bahasa Malayalam, walaupun asal-usul mereka adalah keturunan dari Hadramawt mengingat kesamaan madzhab Syafi’ie yang sangat spesifik dengan pengamalan tasawuf dan penghormatan kepada Ahlul Bait. Satu kitab fiqh mazhab Syafi’ie yang sangat popular di Indonesia Fathul Muin pengarangnya bahkan Zainuddin Al Malabary (berasal dari tanah Malabar), satu kitab fiqh yang sangat unik karena juga memasukkan pendapat kaum Sufi, bukan hanya pendapat kaum Fuqaha.
  5. Satu bukti yang sangat akurat adalah kesamaan Madzhab Syafi’ie dengan corak tasawuf dan pengutamaan Ahlul Bait yang sangat kental seperti kewajiban mengadakan Mawlid, membaca Diba & Barzanji, membaca beragam Sholawat Nabi, membaca doa Nur Nubuwwah (yang juga berisi doa keutamaan tentang cucu Rasul, Hasan dan Husayn) dan banyak amalan lainnya hanya terdapat di Hadramawt, Mesir, Gujarat, Malabar, Ceylon, Sulu & Mindanao, Malaysia dan Indonesia. Pengecualian mungkin hanya terhadap kaum Kurdistan di segitiga perbatasan Iraq, Turki dan Iran, yang mana mereka juga bermadzhab Syafi’ie dengan corak Tasawuf yang sangat kuat dan mengutamakan ahlul bait (Kitab Mawlid Barzanji dan Manaqib Syekh Abdul Qadir Jilani adalah karya Ulama mereka Syekh Ja’far Barzanji) tapi tinggal di daerah pedalaman dan pegunungan, bukan pesisir seperti lainnya. Analisis sejarah diatas menandakan agama Islam dari madzhab dan corak ini sebagian besarnya disebarkan melalui jalur pelayaran dan perdagangan dan berasal dari satu sumber yaitu Hadramawt, karena Hadramawt adalah sumber pertama dalam sejarah Islam yang menggabungkan fiqh Syafi’ie dengan pengamalan tasawuf dan pengutamaan ahlul bait.
  6. Di abad 15 Raja-raja Jawa (yang berkerabat dengan Walisongo) seperti Raden Patah dan Pati Unus sama-sama menggunakan gelar Alam Akbar, yang mana di abad 14 di Gujarat sudah dikenal keluarga besar Jamaluddin Akbar cucu keluarga besar Datuk Azhimat Khan (Abdullah Khan) putra Abdul Malik putra Alwi putra Muhammad Shahib Mirbath Ulama besar Hadramawt Abad 13M. Keluarga besar ini sudah sangat terkenal sebagai Mubaligh Musafir yang berdakwah jauh hingga pelosok Asia Tenggara dan mempunyai putra-putra dan cucu-cucu yang banyak menggunakan nama Akbar, seperti Zainal Akbar, Ibrahim Akbar, Ali Akbar, Nuralam Akbar dan banyak lainnya.

Keturunan Arab Hadramawt di Indonesia, seperti negara asalnya Yaman, terdiri 2 kelompok besar yaitu kelompok Alawi (Sayyidi) keturunan Rasul SAW (terutama melalui jalur Husayn bin Ali) dan Qabili yaitu kelompok diluar kaum Sayyid.Nama-nama marga/keluarga keturunan Arab Hadramaut dan Arab lainnya yang terdapat di Indonesia, yang paling banyak diantaranya adalah:

  • Abud (Qabil) - AbdulAzis (Qabil) - Addibani (Qabil) - Afiff - Alatas (Sayyid) - Alaydrus (Sayyid) - Albar (Sayyid) - Algadrie (Sayyid) - Alhabsyi (Sayyid) - AlHamid - AlHadar - AlHadad (Sayyid) - AlJufri (Sayyid) - Alkatiri (Qabil) - Assegaff (Sayyid) - Attamimi -AlMuhazir
  • Ba’asyir (Qabil) - Baaqil (Sayyid) - Bachrak (Qabil) - Badjubier (Qabil) - Bafadhal - Bahasuan (Qabil) - Baraja (Syekh) - Basyaib (Qabil) - Basyeiban (Sayyid) - Baswedan (Qabil) - Baridwan - Bawazier (Sayyid) - BinSechbubakar (Sayyid)
  • Haneman
  • Jamalullail (Sayyid)
  • Kawileh (Qabil)
  • Maula Dawileh (Sayyid) - Maula Heleh/Maula Helah (Sayyid)
  • Nahdi (Qabil)
  • Shahab (Sayyid) - Shihab (Sayyid) - Sungkar (Qabil)
  • Thalib
  • Bahafdullah (Qabil)

Nama-nama marga/keluarga keturunan Arab Hadramaut dan Arab lainnya yang terdapat di Indonesia:







1 Al Baar 21 Al Aidid 41 Bin Hud


2 Al Jufri 22 Al Fad’aq 42 Ba’dokh


3 Al Jamalullail 23 Al Ba Faraj 43 Alhasni


4 Al Junaid 24 Ba Faqih 44 Barakwan


5 Al Bin Jindan 25 Al Bal Faqih 45 Al Mahdali


6 Al Jailani 26 Al Qadri 46 Al Hinduan


7 Al Hamid 27 Al- Kaff 47 Al Baiti


8 Al Hadad 28 Al- Muhdhar 48 Bin Syuaib


9 Al Kherid 29 Al Musawa 49 Basyaiban


10 Al Maula Khailah 30 Al Mutahhar



11 Al Maula Dawilah 31 Al Munawwar



12 Al Ba Raqbah 32 Al Hadi



13 Al Assegaf 33 Al Ba Harun



14 Al Bin Semit 34 Al Hasyim



15 Al Bin Sahal 35 Al Haddar



16 Al Syihabuddin 36 Al Bin Yahya



17 Al As- Safi 37 Bin Syekh Abubakar



18 Al Ba Abud 38 Bin Thahir



19 Al Ba Aqil 39 Bin Shihab



20 Al Idrus 40 Bin Hafidz















1 Abbad 41 Assa’di 81 Bakarman 121 Ba Sya’ib 161 Bin Hilabi 201 Bin Syirman
2 Abudan 42 Asy Syarfi 82 Baktir 122 Basyarahil 162 Bin Humam 202 Bin Tahar
3 Aglag 43 Attamimi 83 Baladraf 123 Batarfi 163 Bin Huwel 203 Bin Ta’lab
4 Al Abd Baqi 44 Attuwi 84 Bal Afif 124 Ba Tebah 164 Bin Ibadi 204 Bin Tebe
5 Al Ali Al Hajj 45 Azzagladi 85 Balahjam 125 Bathog 165 Bin Isa 205 Bin Tsabit
6 Al Amri 46 Ba Abdullah 86 Balasga 126 Ba’Tuk 166 Bin Jaidi 206 Bin Ulus
7 Al Amudi 47 Ba’asyir 87 Balaswad 127 Ba Syaiban 167 Bin Jobah 207 Bin Usman
8 Al As 48 Ba Attiiyah 88 Balfas 128 Baweel 168 Bin Juber 208 Bin Wizer
9 Al Bagdadi 49 Ba Awath 89 Baljun 129 Bayahayya 169 Bin Kartam 209 Bin Zaidi
10 Al Bakri 50 Ba Atwa 90 Balweel 130 Bayasut 170 Bin Kartim 210 Bin Zaidan
11 Al Barak 51 Babadan 91 Bamakundu 131 Bazandokh 171 Bin Keleb 211 Bin Zimah
12 Al Barhim 52 Babten 92 Bamasri 132 Bazargan 172 Bin Khalifa 212 Bin Zoo
13 Al Batati 53 Badegel 93 Bamatraf 133 Ba Zouw 173 Bin Khamis 213 Bajrei
14 Al Bawahab 54 Ba Dekuk 94 Bamatrus 134 Bazeid 174 Bin Kuwer 214 Bukra
15 Al Bargi 55 Ba’ Dib 95 Bamazro 135 Bin Abdat 175 Bin Mahri 215 Gahedan
16 Al Bukkar 56 Bafadal 96 Bamu’min 136 Bin Abd Aziz 176 Bin Makki 216 Haidrah
17 Al Falugah 57 Bafana 97 Bana’mah 137 BinAbdsamad 177 Bin Maretan 217 Hamde
18 Al Gadri 58 Bagarib 98 Banafe 138 Bin Abri 178 Bin Marta 218 Harhara
19 Al Hadi 59 Bagaramah 99 Banser 139 Bin Addar 179 Bin Mattasy 219 Hubeisy
20 Al Halagi 60 Bagges 100 Baraba 140 Bin Afif 180 Bin Makhfudz 220 Jawas
21 Al Hilabi 61 Bagoats 101 Baraja 141 Bin Ajaz 181 Bin Mazham 221 Jibran
22 Al Jabri 62 Ba 102 Barasy 142 Bin Amri 182 Bin Muhammad 222 Karamah
23 Al Kalali 63 Bahalwan 103 Barawas 143 Bin Amrun 183 Bin Munif 223 Kurbi
24 Al Kalilah 64 Baharmus 104 Bareyek 144 Bin Anus 184 Bin Mutahar 224 Magadh
25 Al Katiri 65 Bahanan 105 Baridwan 145 Bin Bisir 185 Bin Mutliq 225 Makarim
26 Al Khamis 66 Bahrok 106 Baruk 146 Bin Bugri 186 Bin Nahdi 226 Marfadi
27 Al Khatib 67 Bajruk 107 Basalamah 147 Bin Dawil 187 Bin Nahed 227 Mashabi
28 Al Matrif 68 Baksir 108 Basalmah 148 Bin Diab 188 Bin Nub 228 Mugezeh
29 AlMathori 69 Baktal 109 Basalim 149 Bin Faris 189 Bin On 229 Munabari
30 AlMukarom 70 Banaemun 110 Ba Sendit 150 Bin Gannas 190 Bin Qarmus 230 Nabhan
31 Al Qaiti 71 Baharthah 111 Basgefan 151 Bin Gasir 191 Bin Said 231 Sallum
32 Al Qannas 72 Bahfen 112 Bashay 152 Bin Ghanim 192 Bin Sadi 232 Shahabi
33 Al Rubaki 73 Bahmid 113 Ba’sin 153 Bin Ghozi 193 Bin Sanad 233 Shobun
34 Al Waini 74 Bahroh 114 Ba Siul 154 Bin Gozan 194 Bin Seger 234 Syawik
35 Al Yamani 75 Bahsen 115 Basmeleh 155 Bin Guddeh 195 Bin Seif 235 Ugbah
36 Ambadar 76 Bahweres 116 Basofi 156 Bin Guriyyib 196 Bin Sungkar 236 Ummayyer
37 Arfan 77 Baisa 117 Basumbul 157 Bin Hadzir 197 Bin Syahbal 237 Za’bal
38 Argubi 78 Bajabir 118 Baswedan 158 Bin Halabi 198 Bin Syaiban 238 Zarhum
39 Assaili 79 Bajened 119 Baswel 159 Bin Hamid 199 Bin Syamil 239 Zubaidi
40 Askar 80 Bajerei 120 Baswer 160 Bin Hana 200 Bin Syamlan 240






Bin Ma’tuf Bin Suit Bin Duwais amhar syamlan faluga Bin muhammad gasir dahdah syeban

Selangkah Bersama Rasul Allah SAW

Setiap tahun, di hari-hari bulan Dzulhijjah, jutaan manusia terpanggil untuk menikmati berbagai macam hidangan materi dan maknawi ibadah haji, sehingga kita menyaksikan lautan manusia berkumpul di satu tempat, dengan hati yang penuh dengan kerinduan dan luapan cinta seorang hamba kepada Penciptanya. Hadir di sisi manusia-manusia suci dan manusia-manusia tak tersaingi di sepanjang sejarah, seperti Rasul Allah SAWW, memberikan peluang yang tak terbayangkan nilainya, dalam mencapai jalan kemuliaan. Ibadah haji memberikan pula peluang ini kepada semua mereka yang datang menghadiri pertemuan agung ini, dan bergerak serempak menuju satu tujuan bersama. Ciri khusus gerak ini ialah mengingat Allah dan kebersamaan dengan hamba-hamba-Nya. Sedangkan tujuannya ialah menciptakan benteng yang kuat untuk menghadapi para pembuat kesesatan dan pencari kesempatan untuk menancapkan kuku-kuku imperialisme mereka. Dapat dikatakan hadiah terpenting ibadah haji ialah pengenalan mendalam para penziarah kepada Allah swt. Di hari-hari ini, berbagai tempat suci kota Makkah dan Madinah penuh dengan senandung "labbaik" para pendatang yang memenuhi panggilan ke Rumah Allah.

Madinah adalah pusat lahirnya pemerintahan Islam, yang namanya paling dikenal setelah kota Makkah. Kota yang dulunya bernama Yatsrib ini, berada di sebelah timur laut kota Makkah, dengan jarak sekitar 500 km. Kota Madinah menjadi terkenal dan masyhur di seluruh dunia, setelah Rasul Allah SAWW berhijrah ke kota ini. Rasul Allah SAWW berhijrah ke kota Madinah pada tahun 622 M, dan peristiwa hijrah beliau ini dijadikan sebagai awal perhitungan kalender Islam. Kota Madinah adalah sebuah sejarah. Sejarah kesulitan hidup yang bertahun-tahun, sejarah perjuangan, sejarah kemuliaan dan sejarah kekuatan dan kekuasaan umat Islam. Di Madinah, gambar dan bayangan-bayangan memperoleh jiwa, dan semua kenangan mendapatkan kehidupan. Seolah di hari inilah Rasul Allah SAWW menjejakkan kaki beliau ke kota ini, ketika berhijrah dari Makkah, setelah beberapa hari perjalanan menempuh padang pasir, melewati Quba'.

Penduduk Madinah menyambut kedatangan beliau dengan penuh luapan kerinduan. Sinar matahari yang membakar bebatuan padang pasir, telah menyiramkan cahaya panasnya di atas kepala para musafir ini. salah seorang sahabat mengikatkan ujung jubahnya ke salah satu pohon, dan ujung yang lain ke pohon yang lain, untuk membuat naungan, agar Nabi dapat beristirahat sejenak di bawahnya. Sebelum Rasul Allah SAWW duduk di bawah pohon tersebut, beliau bertanya, "Milik siapakah pohon-pohon ini?" Seorang lelaki menjawab, "Pohon-pohon ini milikku." Rasul Allah ebrtanya, "Apakah engkau mengijinkan kami beristirahat di sini?" Lelaki Arab yang tertegun menyaksikan kerendahan hati dan sopan santun Nabi ini, menjawab, "Wahai Rasul Allah, kapan pun Engkau mau, Engkau dapat beristirahat di bawah pohon-pohon ini."

Dengan demikian, setelah menunjukkan akhlak beliau yang sedmikian tinggi itu, Rasul Allah SAWW telah mengambil langkah pertama untuk membentuk sebuah masyarakat yang bersih, yang penuh dengan nilai-nilai moral yang tinggi. Masyarakat yang akan menciptakanperubahan besar sejarah dan peradaban manusia, serta membuka lembaran baru dalam perjalanan hidup umat manusia.

Salah satu adab, sopan santun atau tatakrama, yang sangat ditakankan untuk dilakukan oleh para penziarah Rumah Allah ialah, berziarah ke makam suci Rasul Allah SAWW, di masjid Nabi, kota Madinah. Menyaksikan jutaan manusia dengan berbagai warna kulit, dari berbagai suku dan negara, menghingatkan kepada partisipasi muslimin generasi eprtama dalam membangun Masjid Nabi, yang bagaikan mutiara, memancarkan cahayanya menerangi kota Madinah.

Majid ini didirikan di bagian timur kota Madinah, dan merupakan masjid yang paling terkenal setelah Masjidil Haram Makkah. Di dalam masjid ini terletak makam suci Rasul Allah SAWW, tempat ziarah para pencinta utusan terakhir ini, yang ingin menumpahkan rasa rindunya. Tanah masjid ini, bekas milik dua anak yatim, yang dibeli oleh Nabi, kemudian dibangunlah masjid di atasnya, yang kemudian dikenal dengan nama Masjid Nabi atau Masjid Nabawi. Seluruh muslimin pada masa itu ikut andil dalam pembangunan masjid ini. muhajirin, Anshar, hitam dan putih, kaya dan miskin, budak dan merdeka, semua bekerja, karena masjid ini merupakan milik bersama, dan Allah swt telah mempersatukan hati mereka semua.

Salah satu anggota masjid ini yang paling aktif ialah Rasul Allah SAWW sendiri. Beliau mengangkat tanah dan batu, memotong kayu-kayu untuk tiang masjid, dan beliau terlibat dalam semua pekerjaan membangun masjid mulia ini. di hari itu, suasana persaudaraan, persamaan, kekompakan, saling percaya, saling mencinta, keimanan kepada Allah yang Esa, memenuhi setiap sudut kota suci Madinah. Suasana seperti itu terulang kembali di hari-hari ini, dan memenuhi segala lpenjuru kota Makkah dan Madinah. Setiap mata memancarkan kasih sayang. Dzikrullah dan munajat kepada-Nya, menebarkan bau harum maknawi ke semua sudut.

Suasana di dalam Masjid Nabi, manusia akan tenggalam kesebuah dunia yang penuh dengan keindahan. Setelah penambahan dan perluasan di sana sini, maka luas Masjid ini sekarang mencapai 100.000 meter, dengan tetap memberikan suasana maknawi yang sangat kental. Di tempat ini, bau harum kehadiran Rasul Allah SAWW akan terasa, seolah beliau hadir di tempat itu, dan sebagaimana biasa, menebarkan senyumnya yang indah kepada semua orang yang hadir di situ. Suara beliau yang lembut terngiang di dalam telinga, mengatakan:

قولوا لا اله الا الله تفلحوا

"Katakahlah "Laa ilaaha illallah" kalian akan menang"

Kalimat pemersatu umat Islam ini bergema dan dilantunkan oleh setiap penziarah Makkah dan Madinah ini, walaupun mereka memiliki kewarganegaraan yang berbeda-beda, bahasa yang berlainan, dan warna kulit yang tidak sama, juga madzhab yang bermacam-macam. Akan tetapi semua perbedaan itu sirna di bawah sinar terang syiar-syiar ibadah haji dan ziarah Rasul, yang mempertautkan setiap hati muslim dengan sedemikian kuat. Di sinilah umat Islam kembali kepada suasana dan kondisi yang sebenarnya, yaitu persatuan, persamaan derajat, saling mengasihi dan saling mencintai.

Di dalam Masjid Nabi, terdapat tiang-tiang yang masing-masing memiliki nama tersendiri. Diantara nama-nama tersebut mengingatkan kita kepada sejarah Islam generasi pertama. Satu diantara semua tiang ini bernama "Murabba'atul Qabr", yang juga disebut dengan nama "Maqaamu Jibril", yang menempel dengan sudut utara makam suci Nabi SAWW. Di tempat inilah pintu rumah Sayidah Fatimah as, putri tercinta Rasul Allah SAWW. Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa setiap kali hendak menunaikan salat, Rasul Allah SAWW berdiri di depan pintu rumah Fatimah as, mengajak mereka untuk salat, lalu membacakan Ayat:

إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

"Sesungguhnya Allah berkehendak untuk menghilangkan kotoran dari kalian,

Ahlul Bait, dan menyucikan kalian sesuci-sucinya"

Hari ini, menyaksikan tempat berdirinya tiang ini, membuat kita kembali mengenang peristiwa tersebut, dan petunjuk Rasul Allah SAWW kepada umat beliau agar berpegang kepada dua peninggalan berharga, yaitu Al-Quran dan Ahlul Bait beliau, agar umat beliau terhindar dari segala macam kesesatan.

Di dekat masjid Nabi, terletak pula pemakaman umum muslimin, yaitu Baqi'. Meskipun terlihat sunyi dan sepi, namun pemakan ini menyimpan kisah yang panjang. Di pemakaman Baqi', bersemayam jasad para sahabat mulia Rasul Allah SAWW, putra-putra dan keturunan beliau, ibunda Imam Ali as, istri-istri Nabi, dan para pembesar ulama serta para pejuang Islam. Di Baqi' pula dimakamkan empat manusia suci keturunan Nabi SAWW. Mereka itu ialah Imam Hasan as, Imam Ali Zainul Abidin as, Imam Muhammad Al-Baqir as, dan Imam Ja'far As-Shadiq as. Empat Imam dari 12 Imam suci Ahlil Bait Nabi SAWW, inilah yang membuat pemakaman Baqi' semakin bersinar terang, memancarkan cahaya-cahaya maknawi, yang akan dirasakan hanya oleh para pencinta mereka, dengan cinta yang sebenarnya.

Dapat dikatakan, dengan melaksanakan semua manasik haji, selain membangun diri dan bertaqarrub kepada Allah, seseorang berusaha menapaki kembali jejak Rasul Allah SAWW. Perjuangan Nabi tak lain, mencita-citakan kekuatan Islam; dan ibadah haji, selain mengajak manusia membina keutamaan-keutamaan akhlak, juga menyeru kepada pembinaan persatuan umat Islam, yang akan melahirkan kekuatan, kewibaan dan kejayaan Islam, menghadapi kekuatan-kekuatan para musuh yang tak pernah berhenti menyusun berbagai macam makar untuk menghancurkan agama Ilahi ini.

wassalam

charlie luciano
08-02-2007, 08:32 PM
قولوا لا اله الا الله تفلحوا

"Katakahlah "Laa ilaaha illallah" kalian akan menang"

sorry gak afal, sekedar nambain dari yang ana ingat...

"La Ila ha Ilallah adalah kalimat Ku, maka ia adalah AKU, barang siapa bersama kalimah Ku, maka ia masuk ke dalam benteng Ku"
"Tiada mengenal Kamus kalah bagi Ku dan bagi orang yang beserta dengan nama KU"

Bersama Al-Fath, Rasulullah pun tiada mengenal kamus Kalah !!

aafryan
09-02-2007, 11:12 AM
Air Mata Kerinduan Uwais AlQarani Kepada Rasul saw

Di negeri Yaman, hiduplah seorang pemuda bernama Uwais Al-Qarani yang berasal dari kabilah Qaran. Uwais Al-Qarani mempunyai jiwa yang bersih dan mulia. Dia seorang yang pintar dan selalu melakukan pencarian makna hidup. Meskipun saat itu dia masih belum mengenal ajaran Islam yang mulia, dia sangat menghormati nilai-nilai mulia kemanusiaan. Di antara sikap dan perilaku Uwais yang paling menonjol sekali ialah penghormatan yang besar terhadap ibunya. Dia bersikap amat lemah-lembut kepada ibunya yang sudah tua dan dia amat mengerti tanggung jawabnya sebagai anak. Dia dapat merasakan kesulitan seorang ibu dalam mendidik dan membesarkan anaknya. Oleh karena itu, dia melayani ibunya seperti seorang pelayan yang taat dan patuh. Uwais sama sekali tidak melupakan jerih payah ibunya.

Suatu saat, Uwais Al-Qarani mendengar kabar bahwa ada seorang nabi yang berhijrah dari kota Mekah ke Madinah dan sebagian dari masyarakat mengikuti ajaran nabi tersebut. Uwais dengan perenungannya, sampai kepada kesimpulan bahwa Muhammad adalah seorang nabi yang benar-benar diutus oleh Tuhan karena perintah dan ajaran yang disampaikan beliau berlandaskan kepada akal dan sesuai dengan nilai-nilai tinggi insani. Uwais mempercayai kenabian Muhammad saaw dan dia ingin sekali bertemu dengan beliau. Dia ingin melakukan perjalanan ke Madinah dan melihat sendiri keindahan hati Muhammad dari dekat. Tetapi, kondisi ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan membuatnya mengurungkan niatnya itu. Berbulan-bulan lamanya Uwais memendam harapan dan impiannya tersebut. Sampai suatu hari, dia mengambil keputusan untuk menceritakan keinginannya itu kepada ibunya.

Uwais dengan sopan duduk di hadapan ibunya dan berkata, “Wahai ibu, aku tidak dapat menahan hati untuk bertemu dengan seorang lelaki yang telah diutus sebagai nabi. Engkau pun tahu bahwa anakmu ini tidak pernah berfikir tentang hal-hal selain dari kebaikan dan kebenaran. Jika ibu mengizinkan, aku ingin sekali pergi menemui Rasul Tuhan itu dari dekat.”



Ibu Uwais yang amat terkesan melihat kesungguhan dan gelora keinginan anaknya untuk bertemu dengan Nabi, berkata, “Wahai anakku, aku izinkan engkau untuk pergi ke Madinah, tetapi aku minta supaya setelah engkau bertemu dengan Nabi segeralah engkau pulang ke Yaman dan janganlah engkau berlama-lama di sana.”

Dengan penuh gembira, Uwais menerima permintaan ibunya itu dan dia pun melakukan perjalanan untuk pergi ke Madinah. Meskipun perjalanan begitu jauh dan menyulitkan, namun semangat dan keinginannya yang besar untuk bertemu Nabi menyebabkan dia merasa begitu gembira hingga tidak merasa lelah dalam perjalanan. Siang dan malam dia tempuh perjalanan tanpa menghiraukan kesulitan dan kelelahan yang menderanya.

Akhirnya, sampailah Uwais Al-Qarani ke kota Madinah. Dengan tidak sabar lagi, dia bertanya ke sana kemari untuk mencari Nabi Muhammad. Tetapi, berita yang didapatkannya amat mengecewakan. Orang-orang Madinah memberi tahu Uwais bahwa Nabi sedang keluar dari kota untuk beberapa hari. Begitu Uwais mendengar berita ini, dia mengeluh panjang dan terduduk di atas tanah. Segala kelelahan terasa menimpa seluruh tubuhnya. Sedemikian besar rasa kecewa yang menyelubunginya sehingga dia menangis sejadi-jadinya. Orang-orang membujuknya dengan mengatakan bahwa dia bisa tetap tinggal di Madinah dan menjadi tamu mereka sampai Rasulullah kembali dari perjalanannya. Tetapi Uwais berkata bahwa dia mempunyai seorang ibu tua yang sedang menanti kepulangannya.

Uwais mengambil keputusan untuk segera pulang ke Yaman meskipun dia belum berhasil menemui Nabi, demi melaksanakan janjinya kepada sang ibu. Dia berkata kepada para sahabat dan keluarga Nabi, “Aku terpaksa pulang ke Yaman. Aku minta pada kalian, jika Rasulullah pulang, sampaikanlah salamku kepadanya.”

Beberapa hari kemudian Rasulullah saaw pulang ke Madinah. Ketika beliau mendengar kisah Uwais, beliau memujinya dan berkata, “Uwais telah pergi, namun cahayanya tetap tinggal di rumah kami. Angin sepoi dan aroma wewangian syurga bertiup ke arah Yaman. Wahai Uwais! Aku juga ingin sekali menemuimu. Sahabat ku, siapapun di antara kalian yang bertemu dengan Uwais, sampaikanlah salamku kepadanya.” Dalam sejarah dikatakan bahwa memang Uwais tidak pernah dapat bertemu dengan Rasulullah. Tetapi, karena pengorbanan yang telah dilakukannya buat ibunya, namanya tercatat abadi dalam sejarah.

Kami akhir artikel ini dengan mengutip dua hadis Rasulullah saaw:

“Tuhan memanjangkan usia orang-orang yang melakukan kebaikan kepada orang tua mereka.”

“Siapa saja yang menggembirakan hati ibu dan bapaknya, Tuhan juga akan menggembirakan mereka dan siapa saja yang membuat ibu bapa mereka marah, Tuhan juga akan murka terhadap mereka.”

Inilah kiranya ringkasan sejarah penyebaran kaum arab di dunia, terutama di Indonesia. Termasuk juga klasifikasi bebeapa gelar dari keturunan nabi yang dipakai oleh beberapa golongan, serta data beberapa ratus marga arab yang ada di Indonesia.Apabila ada kesalahan dan kekurangan, dimohon adanya koreksi dan informasi masukan tambahan dari para pembaca, sehingga wacana ini semakin valid dan komplit. Silahkan dianalisis secara objektif dan mendalam, semoga berguna. Amin. Terimakasih.

Rabu, 18 Jun 2008

Kalimah Basmalah

Basmallah بسملة




1. Basmallah (بسملة) Adalah Ringkasan Bagi Bismillahir Rahmanir
Rahim (بسم الله الرحمن الرحيم) Seperti Mana Hai'alah (حيعلة)
Ringkasan bagi Haiya 'Alash Shalah (حي على الصلا) Ataupun
hauqalah (حوقلة) Ringkasan bagi La haula Wala Quwwata Illa
Billa لا حول ولا قوة الا با لله

2. Lafaznya : بسم الله الرحمن الرحيم . Inilah Lafaz Yang Terdapat
Dalam Surah Al-Naml : Ayat 30.

"Sesungguhnya ia (Surat) Daripada Sulaiman Dan Sesungguhnya
(Isi kandungannya) Bismillahir Rahmanir Rahim"

3. Hukum Membaca basmallah Di Awal Surah Adalah Dituntut (Sunat)
kecuali Di Awal Surah At-taubah Kerana:

(1) Basmallah Tidak Ditulis Di Awal Surah AT-Taubah Sebalikya Ia
Ditulis Di Awal Surah-Surah Yang Lain.

(2) Surah Al-Taubah Diturukan Ketika Perang. Perang Adalah
Huru hara Dan Basmallah Adalah Keamanan. Tidak Mungkin
Berhimpun Keamanan Dan Huru Hara dalam Satu Masa.

4. Ulama' Berselisih Pendapat Mengenai tahap Larangan Tersebut :

(1) Syeikh Al-Ramli Mengatakan Makruh Membaca Basmallah
Di Awal Surah At Taubah Dan Sunat Di pertengahannya.

(2) Imam Ibnu Hajar Syeikh Al-khattib Dan imam Al-Syatibi
Mengatakan Haram Membaca Basmallah Di permulaan Surah
Al-Taubah Dan Makruh Di Pertengahannya.

* Qalun Sambung Bamallah Diantara Dua Surah

معنى البسمله : هي قول : بسم الله الرحمن الرحيم

: مثل حوقل :اي قول : لاحول ولا قوة الله با الله


-----> Sempurnakan Dua Bait Pada Qurra' Pada Basmallah Diantara Dua Surah Seperti :

1). Qalun,Kisaei,'Asim dan Ibnu Kasir Menetapkan Antara Tiap-Tiap Dua Surah,Melainkan ANtara Surah Al-ANfal Dan At Taubah.
2). Sambung Antara Dua Surah Tanpa Basmallah Tanpa Fokus Pada FA ( ف ) Daripada ( فصاحة ) Iaitu Hamzah.
3). Pada Ibnu 'Amir,Warsh Dan Abi Amru Fokus Pada KAF ( ك ) Dan JIM ( ج ) Dan HA ( ح ) Ada Tiga Wajah :-
- Basmallah Diantara Surah Al-Anfal Dan At-Taubah.
- Sambung tanpa Basmallah
- Saktah Tanpa Basmallah

* Nazim Memilih Berhenti Pada SUkun Pada Permulaan Disisi Wardh,Ibnu 'Amir,Abi Amru, Berhenti Tanpa Nafas Daripada Sesetengah Ahlul 'Adad Daripada Mereka Datang Dengan Basmallah Diantara Selesai Surah Tersebut :

- Selesai Surah Muddaththir Beserta Awal Surah Qiyamah
- Selesai Surah Al-Anfatoor Beserta Awal Surah Al-Mutaffifin
- Selesai Surah Al-Fajr Beserta Awal Surah Al-Balad
- Selesai Surah Al-Asr Beserta Awal Surah Hamzah

- Apabila Kita Dengan Sukun Diantara Setiap Dua Surah Dan Sambung Hingga Hujung Surah Muddaththir Hingga Hujung Pada Sukun Bagi Warsh,Abi 'Amru,Ibnu 'Amir Dan Hamzah.

* Disambungkan Surah At-Taubah Dengan Surah Al-Anfal Atau Mula Bacaan Daripada Permulaan Surah At-Taubah tanpa Basmallah Pada Salah Satu Daripada Bacaan.

* Bermula Bacaan Basmallah Daripada Permulaan Mana-Mana Surah Selain Surah At-taubah,Tidak Dapat Tidak Daripada Kedua Ayat Dengan Basmallah bagi Setiap Bacaan, Samada Daripada Basmallah Diantara Dua Surah dan Daripada Tidak Basmallah Kerana Perbezaan Sebutan.

iaitu Bermula Bacaan : - Daripada Pertengahan Surah ( وفي الاءجزاء خير من تلا ) Dengan Basmallah Selepas Isti'azah,Atau Iktifak Dengan isti'azah ( فأنت مخير بين الاتيان ) Pada Surah At-Taubah Dan lain-Lain Surah Dalam Al-Quran.

* Wajah ( الجاءزة ) Diantara Anfal Dan At-Taubah Ada Tiga Bagi Seiap Qurra'
- Sambung
- Sukun Tanpa Nafas
- Berhenti Beserta Ambil Nafas Bagi Setiap Basmallah+

Khamis, 12 Jun 2008

Munajat si kecil

UntukMU
dari
Mata-Hati-Jiwa-Raga
insan yang cilik

I
Ilahi hilas tu lil firdausi ahla
Walaa aqwaa 'alannaaril jahim
Fahabbli taubatan waghfir zunubi
Fa innakaro firuddzambil 'adziimi


Tuhanku..
Aku tidak layak untuk syurgamu..
tetapi aku tidak pula sanggup menanggung siksa nerakamu..

Dari itu kurniakanlah ampunanmu kepadaku
ampunkanlah dosaku...
sesungguhnya engkaulah pengampun
dosa-dosa besar...

II
Ilaahi lastu lilfirdausi ahla
walaa aqwaa 'alannaaril jahim
fahabli taubatan waghfir dzunuubi
fa innakaro firuddzambil 'adziimi

Dzunuubi mitslu a'daadir rimaali
fahablii taubatan yaa dzaljalaali
wa'umrii naaqishun fiikulliyaumi
wa dzambii zaa-idum kaifahtimali

Ilaahi 'abdukal 'aashi ataaka
muqirron biddzunuubi waqod da'aaka
fa in taghfir fa anta lidzaaka ahlun
wa in tadrud faman narjuu siwaaka

Ya Azim
Ampunkan daku..kerna selama ini aku tak mempedulikan tanggungjawabku terhadapMU. Ampunkan aku diatas kelekaanku mencari keseronokan,kesenangan dunawi yang tak bertepi ini. Ampunku Ya Rahim, diatas khilafku..diatas kelalaian dan kealpaanku ini..tak mempedulikan keperluan hakikat diri ini. Ku penuhi keinginan zahirku dengan makanan yang lazat-lazat..minuman yang menyegarkan..pada hakikatnya ku biarkan rohku kelaparan dan dahaga..ku biarkan rohku sengsara..kurus tak berjaga.

Ya Rahim..
Ampunkan aku..selama ini zahir tubuhku ku jaga..dengan segala kelengkapan..dari set penjagaan rambut, penjagaan kulit, set minyak wangi, pakaian yang mahal-mahal dan bergaya, hakikatnya rohku ku biarkan tanpa pakaian zikir harian, tanpa penjagaan rapi yang seharusnya

Ya Azim..
Ampunkan aku..kerna selama ini aku tak menjaga anggota zahir batinku..aku tak menjaga mataku dari melihat perkara-perkara mungkar..aku tak menjaga telingaku dari mendengar perkara-perkara mungkar..aku tak menjaga mulutku dari berkata-kata yang mungkar..aku tak menjaga hatiku dari perkara-perkara hasad dan dengki, hati yang kelam dan gelap dengan kekotoran duniawi..hatiku ku biar dihuni dengan kesedapan dan kesesatan duniawi..menjadi tempat iblis dan syaitan bersarang.

Ya Ghaffaar
Ampunkan aku.. kerna melalaikan kewajipanku... kerna mengambil jalan mudah..jalan kesenangan duniawi..jalan bersedap-sedapan.. jalan kebebasan... bebas tanpa batas...batas kehidupan yang telah digariskan olehMU... Batas kehidupan yang telah dijanjikan di alam roh disuatu ketika dulu..Kerna menurut hatiku yang dituntun oleh iblis laknatullah aku dipinggirkan olehMU disini.. dibiarkan sehingga tersedar sendiri dengan petunjukmu.. SungguhMU
Ya Rahim..Kau Masih setia membantu diri ini.. walaupun aku telah banyak berbuat dosa dan kemungkaran..Kau masih menyayangi daku.. kau berikan nur padaku..agar aku tak leka dimamah kealpaan diriku di duniawi ini..agar aku tidak terus-terusan lemas dalam gelumang kekotoran dan kemungkaran diri dan dunia ini.. Sungguh aku akui dengan sebenar-benarnya Kaulah Tuhan Yang Maha Penyayang...Walau aku bergelumang dengan dosa dan noda Kau masih sudi memberikan nur padaku.. Yaa Baatin.. Kau perkuatkanlah diriku..perkuatkan hati, zahir dan batinku agar dapatku kukuhkan keimananku...Ya Tuhanku Kau pertambahkan keimananku..Sepertimana iman para-para sahabat, para wali dan alim ulama. Agar aku tak terpedaya lagi dengan runtunan nafsu dan godaan iblis dan syaitan serta lakonan wayang dunia yang tiada penamat. Agar dapatku pimpin kedua-dua orang tuaku..adik beradikku..kaum kerabatku..keturunanku..sahabat-sahabatku serta muslimin muslimat semampuku.

Ya Ghaffaar
Ampunkan aku atas dosa dan noda yang aku lakukan selama hayatku ini..Samada dosa-dosa yang ku sedari atau tidak..samada dosa yang tersembunyi mahupun terang-terangan..samada dosa-dosa kecil mahupun dosa besar..Ya tuhanku kau bersihkanlah hatiku..kalbu.. akal dan fikirku dan kau lindungilah ia dari ajakan dan hasutan iblis,syaitan serta sekutunya yang tak pernah putus asa terhadapku.Aku berlindung padaMU ya ALLAH..Segala KekuasaanMU dilangit dan bumi serta seisinya dari iblis,syaitan,serta sekutu-sekutunya. Ya Allah aku berlindung padaMU dari nafsu yang tak terkawal..dari pandangan dan perkara-perkara yang menyesatkan.Ya Allah jangan biarkan aku terleka dengan dunia dan nafsu-nafsi.

Ya Rahman..
Tuhan yang Maha Pemurah.. Pemurah dengan mengurniakan rezeki ,kebahagiaan dan kesejahteraan keatas sesiapa sahaja yang dikehendakiNYA. Ya Rahman.. Izinkan aku suatu hari nanti menjejakkan kakiku ke Masjidilharam. Tempat yang Kau rahmati..tempat yang akan mendekatkan aku lagi denganMU..tempat dimana Rasullullah SAW, KekasihMU melebarkan agamaMU serta tempat para nabi menyebarkan tauhid mengesakanmu.. Izinkan aku Ya Allah melakukan umrah dan haji suatu hari nanti sebagaimana yang telah disyariatkan terhadap setiap hambaMU. Izinkan aku mengalaminya sendiri dengan zahir dan batinku sepenuhnya..merasai kelazatan ibadah untukMU.. Inginku Yaa Waliy.. Merasai nikmat menyaksikan sendiri akan kaabah..mendirikan solat..berzikir dan beribadah..ibadah-ibadah umrah atau haji. Menyaksikan akan kebesaranMU didunia sebelah sana..tempat bermulanya agama islam pimpinan kekasihMU..Izinkan aku menyaksikan Makam Rasullullah,Para Nabi dan Rasul , Para-para Sahabat. Izinkan aku Ya Allah menyaksikan KebesaranMu didunia sana..yang tiada disini. Semoga selagi hayatku yang tinggal baki ini dapatku panjatkan keinginanku kesana.Amin.

Yaa Latief

Lembutkanlah urat nadi darah jantung limpaku..Lembutkanlah jasmani dan rohaniku,qalbu dan akalku..agar dapatku panjatkan kecintaanku terhadapMU sebagaimana kecintaan KekasihMU terhadapMU. Ya Latief..Limpahkanlah sirna kecintaanMU terhadapku Limpahilah daku dengan kekuatan cinta yang tak berbilang dan tiada penamatnya terhadapMU, KekasihMU dan Orang-orang yang mendapat balasan kecintaan dariMU

Yaa Maalik
Tak terdaya aku..melainkan qudrat dan iradatMU jua
La hawla wala quwwata illa billahi'l-'Aliyyi'l-Adhim
Tegak berdiri bersemi dan tajali nyata untukMU jua



Taubat
Album : Ya Rahman
Munsyid : Opick

http://liriknasyid.com


Wahai Tuhan jauh sudah
Lelah kaki melangkah
Aku hilang tanpa arah
Rindu hati sinarmu

Wahai Tuhan aku lemah
Hina berlumur noda
Hapuskanlah terangilah
Jiwa di hitam jalanku

Ampunkanlah aku
Terimalah taubatku
Sesungguhnya engkau
Sang Maha Pengampun Dosa

Ya Rabbi ijinkanlah
Aku kembali padaMu
Meski mungkin takkan sempurna
Aku sebagai hambaMu

Ampunkanlah aku
Terimalah taubatku
Sesungguhnya engkau
Sang Maha Pengampun Dosa
Berikanlah aku kesempatan waktu
Aku ingin kembali
Kembali kepadaMu

Dan mungkin tak layak
Sujud padaMu
Dan sungguh tak layak aku


A m i n

Khamis, 5 Jun 2008

Permasalahan Gelaran Sayyid

Penjelasan Masalah Gelar Sayyid

Oleh Prof. Dr. Hamka, Ditulis oleh Kurtubi pada 10 Januari, 2007
Dari LamanWeb Andra.blogspot.com


Panggilan Habib atau Sayyid, Syarif dan lain-lain merupakan panggilan yang sering kita dengar untuk sebutan keturunan Rasululalh saw. Sebagian masyarakat menggunakan panggilan ini dan sebagian lain tidak. Ada juga yang tidak mengakui keturunan Rasulullah saw namun ada yang tidak. Berikut adalah pendapat Prof. Dr. Hamka dalam menerangkan masalah Gelar Sayid atau Habib yang cukup bijaksana.

Yang pertama sekali hendaklah di ketahui bahwa Nabi s.a.w tidaklah meninggalkan anak laki-laki. Anaknya yang laki-laki yaitu Qasim, Thaher, Thaib, dan Ibrahim meninggal di waktu kecil belaka. Sebagai seorang manusia yang berperasaan halus, beliau ingin mendapat anak laki-laki yang akan menyambung keturunan (Nasab) beliau hanya mempunyai anak-anak perempuan, yaitu Zainab, Ruqayyah, Ummu Kaltsum dan Fathimah. Zainah memberinya seorang cucu perempuan. Itupun meninggal dalam sarat menyusu. Ruqayyah dan Ummu Kaitsurr mati muda. Keduanya isteri Usman bin Affan, meninggal Ruqayyah berganti Ummu Kaltsum (ganti tikar), ketiga anak perempuan inipun meninggal dahulu dari beliau.

Hanya Fathimah yang meninggal kemudian dari beliau dan hanya dia pula yang memberi beliau cucu laki-laki. Suami Fahimah adalah Ali Bin Abi Thalib. Abu Thalib adalah abang dari ayah Nabi dan yang mengasuh Nabi sejak usia 8 tahun. Cucu laki-laki itu ialah Hasan dan Husain. Maka dapatlah kita merasakan, Nabi seorang manusia mengharap anak-anak Fathimah inilah yang akan menyambung turunannya. Sebab itu sangatlah kasih sayang dan cinta beliau kepada cucu-cucunya ini. Pernah beliau sedang ruku si cucu masuk ke dalam kedua celah kakinya. Pernah sedang beliau Sujud si cucu berkuda ke atas punggungnya. Pernah sedang beliau khutbah, si cucu sedang ke tingkat pertama tangga mimbar.

Al-Tarmidzi merawjkan dari Usamah Bin Zaid bahwa dia (Usamah) pernah melihat Hasan dan Husain berpeluk di atas kedua belah paha beliau. Lalu beliau s.a.w. berkata: Kedua anak ini adalah anakku, anak dari anak perempuanku. Ya Tuhan Aku sayang kepada keduanya”.
Dan diriwayatkan oleh Bukhari dan Abi Bakrah bahwa Nabi pernah pula berkata tentang Hasan; ‘Anakku ini adalah SAYYID (Tuan), moga-moga Allah akan mendamaikan tersebab dia diantara dua golongan kaum Muslimin yang berselisih.
Nubuwat beliau itu tepat. Karena pada tahun 60 hijriah Hasan menyerahkan kekuasaan kepada Mu’awiyah, karena tidak suka melihat darah kaum Muslimin tertumpah. Sehingga tahun 60 itu dinamai “Tahun Persatuan”. Pernah pula beliau berkata: “kedua anakku ini adalah SAYYID (Tuan) dan pemuda-pemuda di surga kelak”.
Barangkali ada yang bertanya: “Kalau begitu jelas bahwa Hasan dan Husain itu cucunya, mengapa dikatakannya anaknya”.

Ini adalah pemakaian bahwa pada orang Arab, atau bangsa-bangsa Semit. Di dalam Al-Qur’an surat ke-12 (Yusuf) ayat 6 disebutkan bahwa Nabi Yakub mengharap moga-moga Allah menyempurnakan ru’matnya kepada puteranya Yusuf” sebagai mana telah disempurnakanNya ni’mat itu kepada kedua bapamu sebelumnya, yaitu Ibrahim dan Ishak. Pada hal yang bapa, atau ayah dari Yusuf adalah Ya’kub. Ishak adalah neneknya dan ibrahim adalah nenek ayahnya. Di ayat 28 Yusuf berkata:

Bapa-Bapaku Ibrahim dan Ishak dan Ya’kub. Artinya nenek-nenek moyang disebut bapa, dan cucu cicit disebut anak-anak. Menghormati keinginan Nabi yang demikian, maka seluruh umat Muhammad menghormati mereka. Tidakpun beliau anjurkan, namun kaum Quraisy umumnya dan Bani Hasyim dan keturunan hasan dan Husain mendapat kehormatan istimewanya di hati kaum Muslimin.

Bagi ahlis-sunnah hormat dan penghargaan itu biasa saja. Keturunan Hasan dan Husain di panggilkan orang SAYYID; kalau untuk banyak SADAT. Sebab Nabi mengatakan “Kedua anakku ini menjadi SAYYID (Tuan) dari pemuda-pemuda di syurga; Disetengah negeri di sebut SYARIF, yang berarti orang mulia atau orang berbangsa; kalau banyak ASYRAF. Yang hormat berlebih-lebihan, sampai mengatakan keturunan Hasan dan Husain berlebih-lebihan, sampai mengatakan keturunan Hasan dan Husain itu tidak pernah berdosa, dan kalau berbuat dosa segera diampuini. Allah adalah ajaran (dari suatu aliran – penulis) kaum Syi’ah yang berlebih-lebihan.

Apatah lagi di dalam Al-Qur’an, surat ke-33 “Al-Ahzab”, ayat 30, Tuhan memperingatkan kepada isteri-isteri Nabi bahwa kalau mereka berbuat jahat, dosanya lipat ganda dari dosa orang kebanyakan. Kalau begitu peringatan Tuhan kepada isteri-isteri Nabi, niscaya demikian pula kepada mereka yang dianggap keturunannya.
MENJAWAB pertanyaan tentang benarkah Habib Ali Kwitang dan Habib Tanggul keturunan Rasulullah s.a.w ? Sejak zaman kebesaran Aceh telah banyak keturunan-keturunan Hasan dan Husain itu datang ke tanah air kita ini. Sejak dari semenanjung Tanah Melayu, Kepulauan Indonesia dan Philipina. Harus diakui banyak jasa mereka dalam penyebaran Islam di seluruh Nusantara ini. Penyebar Islam dan Pembangunan Kerajaan Banten dan Cirebon adalah Syarif Hidayatullah yang dipernankan di Aceh. Syarif Kebungsuan tercatat sebagai penyebar Islam ke Mindanao dan Sulu. Sesudah pupus keturunan laki-laki dari Iskandar Muda Mahkota Alam pernah Bangsa Sayid dari keluarga Jamalullail jadi Raja di Aceh. Negeri Pontianak pernah diperintah bangsa Sayid Al-Qadri. Siak oleh keluarga bangsa Sayid bin Syahab.

Perlis (Malaysia) dirajai oleh bangsa Sayid Jamalullail. Yang dipertuan Agung III Malaysia Sayid Putera adalah Raja Perlis. Gubernur Serawak yang sekarang ketiga, Tun Tuanku Haji Bujang ialah dari keluarga Alaydrus. Kedudukan mereka di negeri ini yang turun-temurun menyebabkan mereka telah menjadi anak negeri dimana mereka berdiam. Kebanyakan mereka jadi Ulama. Mereka datang dari Hadramautdari keturunan Isa Al-Muhajir dan Faqih Al-Muqaddam. Mereka datang kemari dari berbagai keluarga. Yang kita banyak kenal ialah keluarga Alatasa. Assagaf,Alkaf, Bafaqih, Balfaqih, Alaydrus, bin Syekh Abubakar, Assiry, Al-Aidid, Al Jufri, Albar, Almussawa, Ghatmir, bin Agil, Alhadi, Basyarban, Bazzar;ah. Bamakhramah. Ba;abud. Syaikhan, Azh-Zhahir, bin Yahya dan lain-lain. Yang menurut keterangan Almarhum Sayid Muhammad Bin Abdurrahman bin Syahab telah berkembang jadi 199 keluarga besar. Semuanya adalah dari “Ubaidillah Bin Ahmad Bin Isa Al-Muhajir. Ahmad Bin isa Al-Muhajir Ilallah inilah yang berpindah dari Basrah ke Hadhramaut. Lanjutan silsilahnya ialah Ahmad Bin Isa Al Muhajir Bin Muhammad Al-Naqib bin Ali Al-Aridh Bin Ja’far Ash-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir Bin Ali Zainal Abidin Bin Husain As-Sibthi Bin Al Bin Abi Thalib. As-Sabthi artinya cucu, karena Husain adalah anak dari Fathurmah binti Rasulullah s.a.w

Sungguhpun yang terbanyak adalah keturunan Husain dari hadhramaut itu, ada juga yang keturunan Hasan yang datang dari Hejaz, keturunan Syarif-syarif Makkah Abi Numay, tetapi tidak sebanyak dari Hadramaut. Selain dipanggilkan Tuan Sayid, mereka dipanggil juga HABIB, di Jakarta dipanggilkan WAN. Di Sarawak dan Sabbah disebut Tuanku. Di Pariaman (Sumatera Barat) disebut SIDI. Mereka telah tersebar di seluruh dunia. Di negeri-negeri besar sebagai Mesir, Baghdad, Syam dan lain-lain mereka adalah NAQIB yaitu yang bertugas mencatat dan mendaftarkan keturunan-keturunan itu. Di saat sekarang umumnya telah mencapai 36.37.38 silsilah sampai kepada Sayidina Ali dan Fathimah.

Dalam pergolakan aliran lama dan aliran baru di Indonesia, pihak al-Irsyad yang menandatang dominasi kaum Baalwi menganjurkan agar yang menganjurkan agar yang bukan keturunan Hasan dan Husain memakai juga titel Sayid dimuka namanya. Gerakan ini sampai menjadi panas. Tetapi setelah keturunan Arab Indonesia bersatu, tidak pilih keturunan Alawy atau bukan, dengan pimpinan A.R Baswedan, mereka anjurkan menghilangkan perselisihan dan masing-masing memanggil temannya dengan “Al-Akh”, artinya Saudara.

Maka baik Habib Tanggul di Jawa Timur dan Almarhum Habib Ali di Kwitang Jakarta, memanglah mereka keturunan dari Ahmad Bin Isa Al-Muhajir yang berpindah dari Bashrah ko Hadramaut itu, dan Ahmad Bin Isa tersebut adalah cucu tingkat ke-6 dari cucu Rasulullah Husain Bin Ali Bin Abi Thalib itu. Kepada keturunan-keturunan itu semuanya kita berlaku hormat, dan cinta, yaitu hormat dan cinta orang Islam yang cerdas, yang tahu harga diri. Sehingga tidak diperbodoh oleh orang-orang yang menyalahgunakan keturunannya itu. Dan mengingat juga akan sabda Rasulullah s.a.w.: janganlah sampai orang lain datang kepadaku dengan amalnya, sedang kamu datang kepadaku dengan membawa nasab dan keturunan kamu, dan pesan beliau pula kepada puteri kesayangannya, Fathimah Al-Batul, ibu dari cucu-cucu itu: “Hai Fathimah binti Muhammad. Beramallah kesayanganku. Tidaklah dapat aku, ayahmu menolongmu dihadapan Allah sedikitpun”. Dan pernah beliau bersabda: “Walaupun anak kandungku sendiri, Fathimah, jika dia mencuri aku potong juga tangannya”.

Sebab itu kita ulangilah seruan dari seorang anak ulama besar Alawy yang telah wafat di Jakarta ini, yaitu Sayid Muhammad Bin Abdurrahman Bin Syahab, agar generai-generasi yang datang kemudian dari turunan “Alawy memegang teguh Agama Islam, menjaga pusaka nenek-moyang, jangan sampai tenggelam kedalam peradaban Barat. Seruan beliau itupun akan telah memelihara kecintaan dan hormat Ummat Muhammad kepada mereka.

Komentar Kamu

Gravatar

saya nak tanya jika ada apa2 bahan yang jadi rujukan mengenai ahli baits..

saya nak perbetulkan; makna sayyid ditujukan kepada Hassan yang bermakna pemimpin. Syariff pula Husain sebagai pahlawan. Ini kerana Hassan berperwatakkan sopan-santun dan alim, manakala Hussain pula seorang perwira. pedang Zulfikar kepunyaan Nabi SAW telah hilang dalam jagaan Hussain, ini menjelaskan watak Hussain seorang pejuang. Hassan pula seorang yang penyabar dan beralah dan telah terbukti ketika di zaman Muawaiyyah.

boleh tak saya minta jika ada, salasilah keluarga sayyid di Acheh?

yang salah drp hamba, yang benar Hanya Dzat Allah Ta'ala.

Khamis, 29 Mei 2008

Jajahan Kerajaan Majapahit


Bukan untuk berbangga diri atau mengagungkan empayar Majapahit yang dulunya pernah merajai nusantara..Cuma sekadar menyelusuri sejarah dahulu kala..takkan hari ini lahir tanpa semalam..esok belum ada ketentuan keberadaanya kita. Yang menarik minat ku, kawasan kelang @ Klang merupakan salah satu pusat kerajaan majapahit yg berada di tanah melayu di nusantara ini. Jadi pengaruh Kerajaan Majapahit @ Pengaruh masyarakat jawa telah berada lama di tanah melayu sebelum ketibaan Islam lagi. Bagi sesetengah tempat itu kedatangan pendatang jawa yang tiba di tanah melayu khususnya di kelang membuka jalur baru dalam pertumbuhan dan perkembangan penduduk di kelang. Adakah kelang merupakan tempat pertama ketibaan para pendatang jawa ini? wallahualam..

Ini merupakan hipotisis sahaja dariku.. Kedatangan dari kelang kemudian berpecah ke serata tempat ke hulu dan hilir pertempatan..utara dan selatan dari arah kelang. Adakah kemudian ada yang ke Banting.. Ada yang ke Kuala Selangor ( kg Api-api, Assam Jawa, Teluk Piah kemudian ke Permatang ke Bukit Belimbing dan terus ke Tg Karang dan terus ke Sabak Bernam dan ke Sungai besar? Apakah landmark yang memungkinkan ketibaan mereka disini? Adakah di Kelang? melalui sungai kelang? Apakah terus ke Jeram melalui sungai buloh yang memungkinkan Bukit Jeram sebagai landmarknya.. Apakah terus ke Kuala Selangor melalui Muara gungai kuala selangor yang mempunyai Bukit Malawati sebagai Landmarknya?

Kedatangan yang bertali arus ini berterusan disetiap kurun, mungkin disebabkan oleh sesuatu perkara yang besar yang berlaku di tanah jawa ketika itu (adakah berlaku kejatuhan majapahit-politik) atau berlaku pertikaian kekeluargaan atau persaudaraan..atau mungkin untuk menyebarkan islam melalui penghijrahan mereka-mereka itu..atau mencari peluang perkerjaan atau penghidupan yang lebih baik sepertimana sekarang.Wallahualam..

Apa yang menarik minatku adalah kawasan Bukit Jeram yang belum pernah aku jejakkan kaki selama ini..terlalu banyak hipotisis yang mistikal yang pernah aku dengar tentangnya..Walau apapun sebelum, Melaka menduduki kawasan Bukit jeram ini dan seterusnya menjadi kawasan tempat kedatangan bugis di sana dan kemudian menjadi jajahan tempat tentera Inggeris dan Belanda, tempat tersebut mungkin juga merupakan tempat tertentu bagi jajahan yang pernah menjadi taklukan Kerajaan Majapahit dulu kala.

Sungguhpun pencarian bagi insan yang tak bertauliah seperti aku yang tidak mempunyai sebarang kelayakkan pendidikan tinggi, apatah lagi untuk menjadi seorang penulis yang menulis sejarah yang (ntahapahapentah- XPDC)..namun hasrat keinginan untuk mencari sebuah pengertian itu amat mendalam. Biar apa orang mau kata.. yang penting aku tak menyusahkan orang lain.

Menjadi seorang yang otaknya tak reti diam dari berfikir amatlah payah. Memang aku dilahirkan dgn sifat yang tak berhenti untuk berfikir.. tak berhenti untuk tidak memikirkan apa jua pertanyaan. Asyik ader je persoalan yang akan aku fikirkan..entahlah itu sebab aku susah nak tido malam sudah sekian lama.. Insomnia yang amat parah berlaku sejak dahulu dapat juga aku tangkis sikit demi sedikit..adakalanya langsung tak leh nak tolong.. Menjadi pemikir dan penyoal dapat memuaskan hati sanubari aku sendiri.. Namun Alhamdulillah sekarang hampir beberapa persoalan sejak kecilku dapat terjawab dengan pelbagai penemuan yang menarik. Sungguh Allah membenarkan aku untuk memahami dan menemukan jawaban atas persoalan yang pernah melanda naluri benakku ini..

Sungguhpun begitu, banyak lagi yang harus dicari akan jawabannya..Perihal tentang persoalan itu harus digali, digali dan difahami.. untuk generasi penerus perjuangan hakiki..

Kalau tidak maka takkan ada rangkap begini:-

tanya pada pokok apa sebab goyang?
nanti jawab pokok angin yang goncang...
tanya pada langit apa sebab hujan?
nanti jawab langit tanya la awan..
awan nanti kata aku kandung air
sampai tempat sejok aku pon cair..
tengok dalam air..
nampak bayang-bayang
campak satu batu..
bayang pun hilang...
( best tol ar ringtone lagu nih) sape nak email yek..
Erm..berapa banyak persoalan yang bertali arus da.. tapi dari satu soalan ke satu soalan ader pertalian jawaban..kesinambungan persoalan yang memungkinkan terbit jawaban diakhirnya pencarian yang memerlukan penghayatan akan keberadaan sesuatu itu harus dengan akal zahir dan batin.. :)
Jadi moral of the story: bile budak kecik tanya mcm2 soalan..jgn la marah dier suh dia diam..tak elok tu..itu membantutkan pertumbuhan akal budak tu..jawab yang termampu anda..kalo nak tau lagi tanya org yang ahli, jgn la malu nak ngaku kita tak tau..tp cakap nnti kita rujuk sapa yang tau..nnti kita bagi jawaban kat dia..pastu nnti kalo nak instant cari buku suh dia baca..tak gitu? So ajar jadi pemikir dan jadi pembaca yang akan melahirkan pemaham yang memahami yang akan memahamkan..

erm..back to the track will ya? hehe.. moral of the story that i would like to emphasize more is, I'm puzzled to see those map regarding kelang as one of those places which ruled by Majapahit kingdom. Ingat..jangan salah tafsir..bukan untuk berbangga dengan darah jawa majapahit..tapi akan perihal tentang kesinambungan darah antara orang-orang jawa yang terikat dulu dinusantara berasal dari rumpun yang sama.. kerna dulu tiada Malaysia atau Indonesia.. Mengapa perlu kita berbangga dengan pecahan negara yang dicengkam oleh kuasa Inggeris dan Belanda.. ? Bukankah mereka takut melihat bangsa kita di nusantara ini kan menggegarkan dunia? Mereka takut melihat bangsa melayu itu bersatu... pelbagai propa yang dibuat untuk mencacamerbakan penyatuan bangsa melayu itu sendiri..


" Takkan Melayu Hilang di dunia " tapi jangan lah tinggalkan melayu pada istilahnya melayu itu sahaja tanpa jatidirinya melayu itu. Tidak Cukup sekadar berbangga akan melayu itu sudah mencukupi.. Langkauilah jatidirimu itu..kenali melayumu itu..selami intipati melayumu itu.. Mengapa harus bercakar aku melayu engkau jawa, kamu bugis aku banjar, bukankah rumpun nusantara meluhur sekian lama terasimilasi adanya? Perlukah bertegang leher berhunus senjata sesama kita? Sedang musuh tertawa melompat bersuka ria.. Hentikan tawa riamu.. usah diulang tragedi hasad dan dengki sesama kita.. yang kalah jadi abu yang menang jadi arang. Siapa yang membakar dan terbakar? Yang sudah tu sudah.. adudomba kan terhenti sekiranya pemikir mula memikir faham memahami serta memahamkan.

" Yang hak kan Mengatasi yang Batil. Saat ketibaanmu ku nanti dengan penuh pengharapan "

Rabu, 23 April 2008

Mencari Salasilah Diri

Adapun Pencarian ini amat sukar sekali. Terhijab pandangan oleh asimilasi.. ditambah dengan arus gelora masa yang bersulam adanya menyukarkan rahsia dijamah adanya..sungguhpun begitu tiada yang mustahil atas KuasaNYA... KUN FA YA KUN menyata rahsia..terjadilah apa sahaja mengikut kehendakNYA.. Sedangkan Ulat dalam batu pun boleh hidup atas KuasaNYA inikan rahsia terhijab didepan mata kita..Sungguh DIALAH yang maha kuasa atas segalanya... "La hawla wala quwwata illa billahi'l-'Aliyyi'l-Adhim"..

Pencarian ini:-

Nama ayahanda : Mohd Ja'afar bin Jamil bin Hj.Tahir bin ? *(husin bin yahya) ?
Nama ibunya = Jamaliah bt Muhammad Amin

Nama bonda : Kamsinan bt Haji Habib bt Haji Idris bin ?
Nama ibunya = Kasminah bt.Kamsudin bt ?

Sebelah ayah:
Datukku, Jamil bin Hj Tahir bin ? berasal dari sumatera dan berusul dari tanah malaka. Berdarah bugis dan berketurunan 'raden' dan sayyid. Menetap di Kg. Api-Api, Jeram kuala Selangor.Mempunyai adik beradik yang bernama Kiyai Hj.Dahalan @ Dahlan( Bkt Kuching, Jeram Selangor) dan Kiyai Hj. Sangidin (kg.Api-api,Jeram.K.Selangor)

Nenekku, Jamaliah bt Muhammad Amin bin ? juga berasal dari sumatera dan berusul dari tanah melaka..berketurunan syariffah adanya.. menetap di Kg Api-api ,Jeram kuala selangor kemudian di Kg Sungai Udang di Klang dan di Sungai Hj Dorani, Sungai besar.

Sebelah bonda:

Datukku, Hj Habib bin Hj Idris bin ? , berasal dari Ngadirojo ,Lorok, Kecamatan Pacitan, Jawa Timur,berdarah jawa dan berketurunan raden jawa menetap di kg Assam Jawa, Kuala Selangor. Abangnya Kiyai Hj Rakim bin Hj Idris dan Adiknya Hj Muslan bin Hj Idris tinggal di di Kg tengah,Assam Jawa. Manakala masih terdapat 2 adik beradiknya yang berkemungkinan seorang lelaki dan seorang perempuan yang masih tinggal di Kecamatan Pacitan tersebut.Pencarian akan perihal tentang mereka hajat dipohon..semoga berjumpa kelak penemuan selamat puluhan tahun..

Nenekku, Kasminah bt Kamsudin bin ? ,berketurunan jawa yang merupakan penduduk tempatan dan
menetap di kg Assam Jawa, Kuala Selangor

Adapun keturunan aku ini, kedua-dua datukku ini merupakan pengamal tasawuf. Masih dalam pencarian tasawuf yang mana pegangan diri mereka..Tiadalah dapat informasi yang lebih detail adanya berikutan tidak ada yang mencatat salasilah dalam keturunan..Gelaran dan pangkat ditinggalkan demi menjaga Maruah anak bangsa dari dicantas anasir menggila.
Hanya yang tinggal tasawuf yang dipegang buat pedoman diri dan hidup menjalani tugas hamba dimuka bumi..

Sekiranya anda mempunyai sebarang pertanyaan berkenaan nama diatas atau mungkin mempunyai sebarang pandangan berkenaan dengan cerita-cerita yang mungkin berkaitpadanya, silalah tinggalkan komen disertai nama dan alamat agar mudah untuk berdiskusi atau saling bertukar pandangan.. atau boleh saja digarap dalam chatbox yang telah disediakan..

Semoga pencarian ini , dibantui oleh ALLAH dengan niat mencari keturunan ,wasilah dan jalan yang benar yang pernah dilalui oleh mereka2 yang terdahulu (dr keturunanku) bagi mencari keredaanMU dan lebih MengenaliMU dan MenyintaiMu begitujua pada Rasulullah S.A.W..


Sepertimana Surah Alfatihah :

Aku berlindung pada Allah dari Syaitan yang direjam (terkutuk)



(1:1) Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

(1:2) Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

(1:3) Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

(1:4) Yang menguasai di Hari Pembalasan

(1:5) Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

(1:6) Tunjukilah kami jalan yang lurus,

(1:7) (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

perkenankanlah..

Tersedia..Terkasimaku adanya...

Kepergian ini menimbulkan gundah kesekian kalinya aku..Sungguhpun begitu nasrah pada duka lara yang dulu..Apalah yang ada pada dunia yang terkasima semata..aku tinggalkan semuanya selamanya..Meski itu takdir sebegitu..seandai itu ketetapanNya sebegitu.. Andai lara terbit kembali..pasrah sudahnya aku..Ku pegang hanya satu..Ujian dan dugaan pasti ada selagi terkandung nyawa dalam jasad. Makin banyak dugaan makin ketahuan aku disayangi oleh Tuhanku..Sungguh lahiriah bisa mentajalikan mata zahir seadanya..sesedapnya..takkan mereka bisa lunaskan fikir dibaliknya...

Terbit rasa gejolak jiwaku pada satu... Inginku menyelusuri dimana ia bersatu..mencari..memahami adanya aku..siapa dia siapa aku...andai aku punya masa..terbuka injap segala rahsia... ingin ku menaksirnya... mengalaminya... apa bisa semuanya ku dapatkan.... Pasrah pada yang SATU.. Kun fayakun...terbit segala diatas kehendakNYA..

Apa mungkin sekiranya aku tersirna atas segalanya... bisa ku garap dengan seikhlas hati...serendah rasa...apa bisa keinginan itu dituntaskan... demi menjadi insan yang selari... keindahan kan bisa menyinari hari yang bening...

Perjalanan dahulu kini dapat ku sambungkan... untaian dulu telah bisa dicari pengertian sedikit sebanyak terjawab sisa dikalbuku... Kini pejalanan itu disuluh adanya... mengenal ertinya noktah...nafas..hidup... yang sejak azali terpisah... Mana mata bila pandangan itu bukan hanya bisa melihat..bahkan bisa berkata...mata bisa menaksir segala cerita... mata bisa mendengar... mata bisa merasa... sungguh itu baru mata... belum yang lainnya... sudah terbukti semuanya bisa terjawab... andai hati bisa menyatu...terbitlah segalanya...

telah tiba ketentuan itu...jangan kau lari jangan kau sangsi...pegang erat tali syahadahmu...berjalanlah...jangan berlari...agar tak tersembam nanti...fahamilah yang hakiki tersirat... hidup bukan hanya itu... meski banyak yang sangsi..yakinlah pada peganganmu itu... ALLAH kan membantumu..

Isnin, 17 Disember 2007

1424Hijrah?

Sungguh tersentak benakku kesekian kali tatkala meniti fikiranku yang mengimbau saat hadirnya mimpi ku bertarikh 1421Hijrah..bersamaan tahun 2000. Dipersiapkan aku oleh ayahandaku untuk memulakan 'perjalananku' yang tak ketahuan apa agaknya yang bakal aku tempuhi yang nyata hanyalah aku dihantar ke Pintu Gua yang terletak di bukit bersejarah di Kuala Selangor. Sungguh apakah yang tersembunyi diperut gua itu?

Seram sejuk aku memikirkan perihal itu..sungguhpun mimpiku itu aneh..namun jasadku yang ketika ketiduran itu terasa panas...peluh merincik disetiap genap romaku...Apakah yang aku alami ini? Umpama mimpi dalam mimpi... Tatkala setelah masuk di pintu gua..langkahku terhenti..umpama bilik segi empat sama ruang tersebut sebelum meneruskan langkah ke dalam perut gua...Ayahku menghalangku melangkah masuk ke lorong perut gua itu..berlegar-legar aku didalam ruang itu..

" Kamu tak layak lagi untuk meneruskan perjalanan ini...Pergilah...Bersihkan dirimu dulu...bersucilah"
" Nak bersihkan diri macam man kat sini, pak" jawabku
" Tu kat sudut tu ada mata air, ko mandilah dan amik wuduk.Kemudian kau pakai pakaian yang disediakan atas batu tepi mata air tu.. lepas tu kau pusing keliling ruang segiempat nih sebanyak 3 kali pusingan baru kau boleh masuk" kata bapak dengan serius.

Aku pun menuruti kehendak bapakku...aku pun mandi,,,dan kemudian berwuduk...dan setelah selesai aku pun memakai sepersalinan putih dan ku mulakan langkah untuk pusing keliling ruang dalam pintu gua itu..baru sahaja aku mulakan satu sudut dinding itu terus ku sampai di pekan yang hampir dengan rumah di kampung halamanku di Kg Assam Jawa..Sungguh pelik..takkan satu sudut ruang itu perjalanannya hampir 10km (Dr Bukit di Kuala Selangor itu ke Assam Jawa? Memang pelik... Sungguh pelik...

Setelah itu aku terdengar...

" Bersedialah...Kelak Masa itu akan tiba? Tunggulah saat 1424Hijrah Nanti" Suara itu bergema...

Aku tersentak dari tidurku...Aku bermandikan peluh..jantungku berdenyut laju...terpaku ku memikirkan saat itu..termenungku memikirkan saat 1424Hijrah itu? Mengikut perkiraanku 1424H ini jatuh pada tahun 2003..Apa yang akan berlaku?? Apa yang akan terjadi 3 thn lagi? Apa yang akan terjadi padaku?

Selasa, 24 Julai 2007

July 24, 2007

Rona Jiwa

Tak terdaya rasanya diriku ini.Mengungkai setiap derita yang tiba.Meskipun terkadang ku lepas..terkadang ku tak terdaya.Perjalanan yang masih jauh ku rasa, seakan tak percaya begini adanya.Aku keliru..antara sabar mahupun tidak antara bahagia atau tidak..yang ku cari bukan sempurna tapi yang mampu membuat ku bahagia selamanya. Aku tahu insan-insan itu tersenyum gembira bila ku berduka..biarlah mereka begitu..aku bersyukur sentiasa atas apa yang tiba..meskipun baik mahupun sebaliknya..yang pasti dugaan hidup setiap insan berbeza..aku..kau..mereka ataupun sesiapa sahaja.Akar dan ranting takkan sama.

Ku sedar siapa aku mahupun dirimu.. Sekurang-kurangnya terbitlah siapa dirimu disebalik senyum palsumu itu.. ternyata insan setia bila kesenangan tiba menghilang tika berduka.Lumrah manusia.. Sekali ku terkena takkan datang yang kedua..jangan kau kata ku kejam..aku hanya melindungi apa yang harus ku lindungi..hati dan perasaanku.rezeki dan ketentuan adalah terletak padaNYA.Sedikit pun bukan lahir darimu..Usah kau berangan kau mampu menghancurkan sikitpun semangatku..ia takkan luntur walau sedikit...

seandainya ini dugaan yang harus ku tempuhi..aku redha...aku ikhlas.. semoga ia memberikan keberkatan dalam hidupku seterusnya..Izinkan aku memaafkan setiap insan yang melukai hatiku..semoga hatiku kan sembuh secepatnya.agar aku mampu melangkah pergi dan berlari kembali mencari sebuah erti..penghidupan..
yang mana kau atau aku masih kabur....kerna dihadapanmu takkan kau dapat jangka apa yang bakal atau akan terjadi.semuanya kabur..

Love is CINTA


Cinta...
Ada apa padanya..
Membuat dua dua insan gejolak adanya
Gelisah tak karuan seharian
Membara dijiwa kesegenap anggota
Berkata tanpa suara..
Hanya mata bisa memahaminya
dan hati mentafsirkannya

Cinta..
Berbicaramu dengan gerak tarimu
Meliuk lentuk melingkari mangsanya
Membuatku alpa seketika
Meronai jiwa dalam dunianya
Fantasi indah teristimewa..
Buat insan yang dalam dakapan mesranya..

Cinta..
Andai gelora tsunami tiba
Sabarlah seadanya
peganglah erat urat jiwa
agar tak terungkai dan terlerai segala
yang bisa membuat kita tercampak,tersembam dimerata..
Percayalah..Cinta itu suci..
Cinta itu hakiki..
Lahir dari sanubari dua jiwa
sepertimana terbit dalam jiwa kita
Tanpa cinta lenyap segala
Punahlah segala harapan yang terbungkam
menjadi insan yang robek hatinya
bermata tak melihat
berhati tak merasa
Cintailah cintamu sesungguhnya
kelak insan kan mencintaimu sebegitu..

Meskipun aku masih satu
sabarku terkadang tiada ubatnya
melara jiwa dan mata
hatiku terkadang membara
namun tertera gelita adanya
ahhh... sungguh aku perlu bersyukur
kerna aku mampu menarik nafas lega
bayang2ku masih berada dibelakangku..
menuntunku agar terus tegak berdiri..berlari..

Meskipun terkadang bisa aku terpedaya
pada lirikan mata
pada senyuman palsu
yang menjengah pintu hatiku..
Aku tak peduli..
sudah tiba masanya untukku tinggikan
dinding pemisah..
agar hatiku tidak tercalar kembali..
sepertimana selalu..

Aku pasrah..
Pasrah padaMU
Sesungguhnya Perit untukku telan
semua derita yang tiba
tak henti satu persatu adanya
datang bertubi2..
namun.. beginilah aku
ada kalanya ku kalah
ada kalanya ku bertahan
ada kalanya ku hunuskan jemala saktiku
agar diriku tidak dilukai..

Mereka tersenyum rupanya
Melihat aku begini
tersadai mengelamun sendiri
sungguh aku bersyukur atas nikmatNYA
dan juga ikhlas atas yang datang dan pergi pada dan dariku..
kerna ku percaya qada dan qadar yang tiba
sepertimana aku kau juga begitu..

Cetusan rasa seorang pecinta yang setia : 240707

Ahad, 22 Julai 2007

Pengakhirannya telah bermula disini.

October 22, 2007

Sememangnya sukar bagi ku menempuhnya. Meskipun selama ini bisa ku tangkis semua bicara kosong yang bisa menunjangi pendirian aku.kini kosong.hampa.terbit segala sengsara yang amat tebal.Memungkinkan aku tersepuk dibalik gelora hati teramat sangat.sakit.pedih.termamah aku dek gambaran yang dulu menyinggah dengan tawa dan gembira.tapi semuanya pudar dan berganti pedih.

Apa hatus ku hela nafas panjangku? atau ku hentikan saja nafasku ini.segala tak menjadi fikirku tumpul segala.langkah kaki ku kaku.bibirku bisu.dimanakah semuanya yang pernah menjadi suara.yang mengamit rasa yang penuh kesyukuran itu. dimanakah tika aku memerlukannya.

ingin ku jeritttttttttttttttt......sekuat kuatnyaaaaaaaaaaaaaaaaa
biar seluruh dunia dengar akan suaraku
biar pekat bergegar suasana

ia semakin hampir. tapi apa? tak terduga olehku akannya.tak terdaya aku untuk mengalasnya.mana mungkin diusia begini.apakah telah ku sedia menginggalkan segalanya.disini.semuanya.apakah sudah sampai masanya 1428H sepatutnya 1424H?
Apakah aku mampu menidakkannya..

Siapakah aku?
Dimanakah aku
terbitnya diri didalam diri
menyerlah rahsia yang tersembunyi

Bak keris pulang ke gangang
Bak Siluman menyahut cabaran
apakah mampu ku julang
keris yg digalas dipinggang
berat sungguh berat
tak tergalas antara dua alam
mampukah aku?
kuatkah aku?

akan ku susun
akan ku cari
dimana kah ia bersemadi

Raden Adiningrat Kesuma Jati...

October 22, 2007

Selasa, 9 Januari 2007

I'm in the mood for Love - The year for 7

January 09, 2007


Thank to God, finally... I manage to complete my digital darkroom. Although it takes ages but it does worth it. I'm so thankful; the year of 2006 does give me a memorable moment. The year of surviving... struggling...and planning... I laid back and watch how bad I was stumbled. Being under a huge rock and depressing moment are the most challenging for me. Recovering from the misery of loosing someone...someone called my love does putting me into the deepest and greatest agony in my life. However, I'm so thankful, there is always a way that help me to be brave and wise in getting my life back into action.
I'm always believe whenever I face an obstacles or sadness state I have to take some moment to organize and re-arrange back my strategy so that I'm always get myself up in front of my life.. I'm the one who control of my life as what it should be not life controls me. Therefore, I'm always being positive and motivated all the time. Books are my companion now. As always it does. Thanks to Anthony Robbins for his 'Awaken -The Giant Within' which was miraculous book I ever read. It's going to be my greatest tool for now and future.
This year 2007, going to be a bomb for me��� bomb to be exploded... I'm reaching into a new step of getting my dream come true... Being the best and well-known photographer and expand my business into huge and potential perspective. This year is year for 'ACTION' to me. I'm getting done with all the planning and analysis. It's enough for me. Putting all the necessary effort into actions is more important for me now. Hopefully with the strength that I've got I manage to embark myself and my business into higher level of perspective.

As Naruto with his dream... being greatest hokage and well-known Sanin... I've got mine too!! There are lots of potential in our self that sometime we couldn't believe we ever had it. So it's the time for us to discover the potential within... the capabilities that beyond our expectation. It's time to push it high... No worries on what next...whether fail or succeed. It's not a factor of failure... But it is a point of getting our self with the best strength we had gaining our dream with newly and innovative approach. Single shot sometime couldn't kill the bull, but with constant shot going to make it dead instantaneously.

Hopefully, I could see myself among the best around country. Although it is not a one day, a week or a month or a year work, but with the constant effort going to makes it work... No matter what...I shall not despair!!

I'm in the mood for love...
Hopefully I got someone who loves me for real and together we are building the bonding..the roof of success. It's not the matter of wealthy but the motivation and care will do. I really want to have someone besides me when the moment comes. The moment life begins. The moment empire starts to build...

"It is in your moments of decision that your destiny is shape" Anthony Robbins..

January 09, 2007